Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN), Sofyan A. Djalil mengatakan, Reforma Agraria merupakan program pemerintah yang sangat penting dan harus dipercepat. Hal ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
"Sekarang, pemerintahan Presiden Joko Widodo serius memikirkan Reforma Agraria, berbagai regulasi dan inisiatif telah dilakukan untuk menata masalah ini," kata Sofyan, dalam rapat kerja (raker) dengan Komite I DPD RI, dengan agenda "Pelaksanaan Reforma Agraria dan Masalah Pertanahan di Daerah", secara virtual di Jakarta, Rabu (23/9/2020).
Inventarisasi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) terus dilakukan Kementerian ATR/BPN dalam rangka mempercepat program Reforma Agraria.
"Intinya, kita akan berikan tanah ini kepada yang berhak menerima, membutuhkan, dan memanfaatkannya karena kalau tanah yang kita berikan tidak tepat kepada yang membutuhkan maka tidak akan membawa manfaat," ujar Sofyan.
Ia menambahkan, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dapat mempermudah koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dengan pemerintan daerah.
"GTRA dibentuk untuk mempercepat program Reforma Agraria yang dipimpin setiap kepala daerah di daerahnya masing-masing, dan Kementerian ATR/BPN terlibat secara aktif. Dengan adanya GTRA, kita bekerja sama untuk mencapai target yang diharapkan pemerintah," jelas lelaki kelahiran 23 September 1953ini.
Sementara itu, Ketua Komite 1 DPD RI, Fachrul Razi menuturkan, pihaknya akan mendorong dan menindaklanjuti pertemuan dalam rangka memperkuat program dan menyosialisasikan kegiatan Kementerian ATR/BPN.
"Dari komite 1 DPD, kita akan membentuk tim pokja khusus terkait pertanahan yang akan bermitra dan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, dalam hal penyelesaian konflik di 34 provinsi, agar komite 1 DPD dapat dilibatkan untuk membantu menyelesaikan konflik di daerah dengan cepat," tuturnya.
Konflik pertanahan terkadang sering terjadi di beberapa daerah, seperti pelepasan kawasan hutan pada TORA. Untuk itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang kuat antara pemangku kepentingan guna menyelesaikannya.
Baca Juga: Membanggakan, ATR/BPN Raih 3 Penghargaan Sekaligus dari Kemenkeu
"Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berbeda. ATR/BPN di bawah Kemenko Perekonomian, sedangkan KLHK dibawah Kemenko Marvest dan pada DPR RI berbeda komisi," ujar Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra.
Pada Raker ini selain didampingi oleh Wamen ATR/Waka BPN, Menteri ATR/Kepala BPN juga didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Andi Tenrisau; Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, R.B. Agus Widjayanto dan diikuti oleh anggota dan senator DPD RI dari 34 Provinsi di Indonesia.
Berita Terkait
-
DPR Sudah Tindaklanjuti Usulan Penambahan Anggaran ATR/BPN
-
Membanggakan, ATR/BPN Raih 3 Penghargaan Sekaligus dari Kemenkeu
-
Sofyan Djalil : Kepastian Hukum Pertanahan Penting bagi Segala Aspek
-
Guna Hadirkan SDM Profesional, ATR/BPN Gelar Uji Kompetensi Penataan Ruang
-
Tingkatkan SDM Berkualitas, Kementerian ATR/BPN Gelar Pelatihan Managerial
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi