Suara.com - Pain sharing merupakan kunci keberlanjutan program biodiesel, yang bertujuan untuk melewati tekanan saat ini. Seluruh pemangku kepentingan harus turut berkomitmen dalam mendorong program biodiesel. Hal ini dikemukakan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil, dalam "Analisis Sensitivitas Skenario Program Biodiesel" yang diselenggarakan oleh Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI).
"Konsep pain sharing menjadi sangat penting, tapi bagaimana kita bisa menjaga keseimbangan yang justifiable kepada dua pihak, kepada pemerintah dan industri. Jika terlalu banyak pemerintah yang menanggung, nanti akan menimbulkan politik backfire," tambahnya dalam acara tersebut secara virtual di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
"Justifikasi pemerintah untuk green energy, lingkungan yang lebih bersih, tetapi kemudian terdapat narasi yang berkembang di luar, seolah-olah pemerintah mendukung korporasi sawit yang terbatas, yang oligopolistik, padahal tidak seperti itu," tambahnya.
Kelapa sawit merupakan primadona dalam hal ekspor di Indonesia, karena memiliki kontribusi signifikan. Tetapi jika kebijakannya salah, ditambah dengan faktor internasional, membuat harga kelapa sawit memberikan dampak kurang baik.
"Rekomendasi saya, bagaimana kita mencari sebuah formula untuk membuat harga sawit cukup bagus guna memberikan margin sekitar 20-30 persen. Itu bagus sekali, karena tidak ada investasi sekarang ini yang bisa kita dapatkan margin seperti itu," ujar Sofyan.
Ia menambahkan, masih ada ruang, creative regulation, serta policy, yang perlu dilakukan sehingga dapat mencari keseimbangan antara berbagai opsi, agar nantinya, nasib kelapa sawit akan tetap cerah.
Sofyan menuturkan, di era Covid-19, harus tetap adaptif sehingga industri kelapa sawit tetap berjalan baik.
"Era Covid-19 ini, kita harus berpikir alternatif lain, sehingga skema yang ada tetap bisa berkelanjutan untuk jangka pendek. Setelah Covid-19 mungkin perlu didorong policy yang bagus," ujar mantan Menko Perekonomian 2014-2015 ini.
Acara tersebut dimoderatori oleh Founder & CEO IRAI, Lin Che Wei, dan diikuti 87 peserta, yang terdiri dari jajaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), termasuk anggota Dewan Pengawas BPDPKS periode 2015 - 2020, Loso Judijanto yang juga Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN, perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan jajaran IRAI.
Baca Juga: DPR Sudah Tindaklanjuti Usulan Penambahan Anggaran ATR/BPN
Berita Terkait
-
ATR/BPN Sigap Tangani Program Prioritas Nawa Cita Jokowi Bidang Pertanahan
-
Hari Tata Ruang Nasional, Transformasi Digital Pertanahan yang Profesional
-
ATR/BPN : Tahun Ini Momen untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pertanahan
-
Tata Ruang yang Baik akan Membuat Pembangunan Kota Jadi Teratur
-
Reforma Agraria merupakan Program Pemerintah yang harus Dipercepat
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital