Suara.com - Pupuk Kaltim dan induk usaha Pupuk Indonesia bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan pencanangan sekaligus penanaman perdana program Agro Solution untuk komoditas jagung, di Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (6/11/2020).
Penanaman ini dilakukan Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar bersama SEVP Komersil Pupuk Kaltim Meizar Effendi, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, serta perwakilan Pemprov NTB, Pemkab Dompu dan stakeholders terkait.
Kegiatan ini menandai langkah nyata Pupuk Kaltim dalam mendorong produktivitas pertanian jagung masyarakat Dompu, sebagai dukungan Perusahaan dan induk usaha Pupuk Indonesia mewujudkan ketahanan pangan nasional. Program diikuti 163 petani dengan luasan lahan mencapai 222 hektare.
Meizar Effendi memaparkan bahwa Agro Solution dikembangkan melalui pemanfaatan kawasan pertanian dengan konsep aliansi kemitraan berkelanjutan, yang bekerja sama dengan Pemerintah dan stakeholders multi pihak. Yaitu bidang perbankan, asuransi pertanian, hingga offtaker, guna mendukung produktivitas hasil pertanian secara signifikan.
Program ini melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian secara berkelanjutan, melibatkan rantai pasok yang didukung teknologi berbasis pada triple bottom line 3P (people, planet dan profit).
"Agro Solution dapat menjadi solusi mewujudkan ketahanan pangan melalui program intensifikasi, ekstentifikasi dan mekanisasi pertanian, termasuk kesejahteraan petani dengan memberikan manfaat layanan yang lebih luas secara holistik," jelas Meizar Effendi.
Pelaksanaan Agro Solution di Dompu adalah berdasarkan rekomendasi Kemendes PDTT, setelah melihat kesuksesan program di beberapa wilayah distribusi Pupuk Kaltim yang berhasil meningkatkan kapasitas dan produktivitas pertanian setempat. Beberapa di antaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Gorontalo, dengan komoditi padi, jagung dan singkong.
"Pupuk Kaltim optimis Agro Solution mampu meningkatkan keunggulan hasil pertanian secara kompetitif, sekaligus menciptakan komunitas masyarakat yang produktif di sepanjang rantai pasok pertanian untuk meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar," imbuhnya.
Sementara Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan Agro Solution sebagai salah satu wujud tanggung jawab Pupuk Indonesia, yang tak hanya bertugas memenuhi kebutuhan pupuk, namun turut mendorong peningkatan kapasitas dan produktivitas pertanian di Indonesia.
Baca Juga: Agro Solution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Jember
"Pupuk Indonesia menggandeng banyak pihak agar program berjalan maksimal, dengan memfasilitasi berbagai kemudahan bagi petani, agar pertanian nasional dan kesejahteraan petani mampu tumbuh signifikan," jelasnya.
Petani akan mendapatkan pendampingan dan supervisi untuk budidaya pertanian dengan tepat, memfasilitasi akses permodalan kepada perbankan maupun lembaga keuangan lainnya, agro input yang berkualitas, serta mekanisasi dan digitalisasi pertanian. Termasuk akses kepada offtaker secara berkelanjutan, hingga asuransi pertanian untuk mengantisipasi gagal panen.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, menyambut optimis Agro Solution sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong kemandirian masyarakat pedesaan melalui optimalisasi hasil dan peningkatan nilai jual pasca panen.
"Kami sangat berterima kasih pada Agro Solution Pupuk Indonesia, karena pertanian merupakan segmen ekonomi paling tangguh saat ini. Bahkan untuk Asia Tenggara, pertanian Indonesia jauh lebih kuat dibanding Singapura dan Malaysia," tukas Abdul Halim Iskandar.
Di acara itu, Pupuk Kaltim turut menyalurkan bantuan satu ton NPK Pelangi bagi petani KPPN Agropolitan Dompu, dan melakukan penandatangan MoU antara Pupuk Kaltim bersama seluruh pihak terkait dalam Agro Solution, mulai Pemerintah Daerah hingga perbankan dan offtaker, disaksikan Mendes Abdul Halim Iskandar.
Berita Terkait
-
Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Kaesang Minta Kader PSI NTB Belajar dari Senior, Dorong Regenerasi Menuju Kursi DPRD
-
Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?
-
Anggaran Rp14 Miliar untuk 72 Mobil Listrik, Pemprov NTB Dikritik Lakukan Pemborosan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis