Suara.com - Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Lonjakan harga ini terjadi seiring ekspektasi stimulus ekonomi AS yang makin terang benderang, selain itu kabar baik vaksin virus corona juga membantu harga minyak untuk menguat.
RUU Stimulus Ekonomi sebesar 908 miliar dollar AS untuk program mengatasi dampak pandemi corona terhadap ekonomi AS mendapatkan momentum di Kongres AS.
Mengutip CNBC, Senin (7/12/2020) harga minyak Brent naik 1,11 persen ke harga 49,25 dollar AS per barel setelah mencapai level tertinggi sejak awal Maret di 49,92 dollar AS.
Sementara itu untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,99 persen di harga 46,26 dollar AS per barel setelah menyentuh tertinggi 46,68 dollar AS per barel.
Kedua tolok ukur berada di jalur keuntungan minggu kelima berturut-turut.
OPEC +, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, menyetujui kompromi untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari tetapi melanjutkan pembatasan pasokan yang ada untuk mengatasi lemahnya permintaan akibat dampak virus corona.
OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pengurangan produksi minyak mulai Januari sebesar 500.000 barel per hari dengan kenaikan lebih lanjut yang belum ditentukan setiap bulannya. Tetapi mereka gagal mencapai kompromi mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun 2021.
OPEC + diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel per hari.
Dengan keputusan ini, berarti grup tersebut akan mengurangi produksi sebesar 7,2 juta barel per hari, atau 7 persen dari permintaan global mulai Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari.
Baca Juga: OPEC Tambah Produksi, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Minyak Brent untuk pengiriman terdekat ke bulan-bulan mendatang berada pada level tertinggi sejak Februari, struktur yang disebut backwardation, yang biasanya menunjuk pada pengetatan pasokan dan menunjukkan surutnya kekhawatiran akan kelebihan pasokan saat ini.
Produksi AS telah pulih dari posisi terendah dalam dua setengah tahun terakhir yang disentuh pada Mei. Jumlah rig minyak AS, indikator produksi masa depan, naik 10 menjadi 241 pekan lalu, tertinggi sejak Mei.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta