Suara.com - Balai Latihan Kerja (BLK) Belitung dinilai telah membuat gebrakan spektakuler dengan membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), berupa pelatihan kedi (caddy) atau pemandu golf dan pemandu selam. Kedua program tersebut tak lepas dari keberhasilan BLK Belitung menggandeng Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID).
"Saya senang sekali kalau kita mengandalkan sumber daya alam, meskipun ada batasnya. Saya juga memberikan apresiasi kepada Pak Rahmat, yang sudah menggandeng FKLPI dan pelatihannya luar biasa. Pelatihan para kedi ini merupakan satu-satunya yang ada di Belitung," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, saat membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I kejuruan Processing dan Pariwisata di BLK Belitung, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (25/2/2021).
Ia menambahkan, Belitung dapat menjadi salah satu kawasan strategis bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) terampil. SDM ini dapat mengisi ruang ketenagakerjaan, terutama di kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, serta umumnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Tuhan memberikan rahmat luar biasa kepada Belitung, termasuk Pulau Bangka yang memliki alam luar biasa, tapi sumber daya manusianya masih biasa saja, dan memiliki angka kemiskinan tinggi. Ini harus kita respons, sangat tepat kita meresponsnya ketika sumber daya alam ada. Jangan dieksploitir dulu, kita siapkan dari kapasitas SDM-nya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan (Intala) Kemnaker, Fauziyah, mengatakan, pada 2021, BLK Belitung akan melatih sebanyak 496 orang pencaker atau sebanyak 31 paket pelatihan yang terdiri atas PBK non boarding sebanyak 20 paket, PBK Boarding 2 Paket, dan pelatihan dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) sebanyak 9 paket.
Direktur Fauziah menegaskan, hal menarik di tahun 2021 adalah di tahap PBK Tahap II, BLK Belitung akan melatih program pelatihan kedi atau Pramugolf sesuai permintaan dari club golf Black Rocks Belitung. Menurutnya, BLK Belitung satu-satunya BLK yang melakukan pelatihan Pramugolf. Selain Pramugolf, ada satu program lainnya, pelatihan Pemandu Selam.
"BLK Belitung juga akan menjadi satu-satunya BLK yang melaksanakan dua pelatihan ini. Pelatihan pemandu selam ini sendiri sesuai permintaan Bupati Belitung di tahun pertama BLK Belitung beroperasi," kata Fauziah.
Pada PBK Tahap I ini, BLK Belitung akan membuka lima program pelatihan yakni barista, tour guide, asisten administrasi perkantoran, front office receptionist, dan pemandu selam. Di antara program yang dibuka, ada dua program yang belum memenuhi kuota peserta yakni pemandu selam dan front office receptionist.
Sementara Kepala BLK Belitung, Rahmad Faisal mengatakan meski tak tertutup kemungkinan ada beberapa instruktur dari Jakarta dan Bandung, pihaknya juga telah menyiapkan instruktur melalui kerja sama dengan praktisi atau Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Belitung.
Baca Juga: Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Kemnaker Galang Dukungan ASEAN OSHNET
"Di Belitung banyak yang memiliki sertifikat kompetensi, seperti pemandu selam, juga ada instruktur pemandu wisata dari Dinas Pariwisata sudah ada yang memiliki sertifikat," ujarnya.
Rahmad menegaskan, PBK Tahap I Tahun 2020 ini juga menyasar para pencari kerja yang tidak sedang menempuh pendidikan atau bekerja. Karena nantinya pelatihan akan dilakukan mulai pukul 7.30 s.d 16.00 WIB. Setiap program pelatihan juga dilakukan secara gratis.
"Bahkan peserta pelatihan mendapatkan bantuan uang transportasi," katanya.
Rahmad Faisal menambahkan, tempat pelatihan yang terletak di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk tersebut juga menyediakan fasilitas berupa perlengkapan peserta, pakaian praktik, pakaian olahraga, bahan dan modul pelatihan serta konsumsi, asuransi hingga sertifikat bagi peserta pelatihan yang lulus.
"PBK ini dilakukan menjelang aktifnya pelatihan kerja yang direncanakan mulai berlangsung pada pekan kedua Maret mendatang. Sekarang sedang membuka pendaftaran, 27 Februari nanti seleksi akan dimulai tes, dilanjutkan 3 Maret pengumuman," ujar Kepala BLK Belitung, Rahmad Faisal.
Berita Terkait
-
Pelatihan Vokasi Jadi Upaya Peningkatan Kualitas SDM oleh Kemnaker
-
Kemnaker - Kemenparekraf akan Tingkatkan Kualitas SDM di Destinasi Wisata
-
Menaker: BLK merupakan Tanggung Jawab Pemerintah Lindungi Pekerja
-
Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Kemnaker Galang Dukungan ASEAN OSHNET
-
Tekan Angka Pengangguran, Kemnaker Tingkatkan Program Padat Karya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun