Suara.com - Harga emas tergelincir hampir 2 persen karena penguatan dolar dan imbal hasil US Treasury serta harapan untuk pemulihan ekonomi Amerika yang lebih cepat mengurangi permintaan logam safe-haven itu.
Mengutip CNBC, Rabu (31/3/2021) harga emas di pasar spot anjlok 1,6 persen menjadi 1.684,64 dolar AS per ounce. Di awal sesi, emas merosot sekitar 2 persen ke level terendah sejak 8 Maret, yakni 1.678,40 dolar AS per ounce.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 1,7 persen menjadi 1.686 dolar AS per ounce.
Imbal hasil tolok ukur US Treasury 10-tahun melejit ke tingkat tertinggi 14 bulan, didukung harapan pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat menjelang rilis rencana infrastruktur triliunan dolar Presiden Joe Biden.
Indeks Dolar (Indeks DXY) melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan, membuat emas dalam denominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning itu, yang tidak memberikan bunga.
Sementara itu, paladium melesat 1,8 persen menjadi 2.574,26 dolar AS per ounce, setelah meroket lebih dari 3 persen di awal perdagangan menyusul kejatuhan 5,5 persen di sesi sebelumnya.
Perak merosot 2,5 persen menjadi 24,05 dolar AS per ounce dan platinum menyusut 1,8 persen menjadi 1.154,89 dolar AS per ounce.
Baca Juga: Anjlok Rp 10.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 911.000 per Gram
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket
-
Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026