Suara.com - Di DKI Jakarta, Vaksinasi Bersama BPJamsostek, sapaan akrab BPJS Ketenagakerjaan, digelar dua kali dalam seminggu. Total hingga saat ini, sebanyak 87 ribu dosis sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Jika ditilik dari pelaksanaan vaksinasi dalam pekan ini saja, kegiatan dilaksanakan setidaknya di 5 lokasi, yaitu Pontianak, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan 2 kegiatan lainnya di Jakarta.
Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJamsostek, Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan, Vaksinasi Bersama BPJamsostek diselenggarakan di berbagai wilayah secara konsisten bagi pekerja Indonesia. Maksud dan tujuannya, tentu untuk mendukung pemerintah mempercepat pembentukan herd immunity atau kekebalan komunal, dengan memberikan vaksinasi kepada setidaknya 70% penduduk Indonesia. Langkah ini merupakan salah satu cara, agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.
Para peserta kegiatan vaksinasi mayoritas berasal dari kalangan, pekerja dan terbuka pula untuk masyarakat umum. Target vaksinasi kali ini, sebagian besar merupakan para pekerja alih daya dari perusahaan peserta BPJamsostek di daerah Jakarta Selatan. Mereka antusias dalam menjalani program vaksinasi.
Antusiasme ini diharapkan memiliki dampak positif dalam menapaki masa depan Indonesia yang terbebas dari Covid-19. Dengan demikian, para pekerja dapat lebih produktif dalam bekerja dan bersama-sama membangun perekonomian Indonesia yang lebih baik.
Untuk kegiatan vaksinasi kali ini, BPJamsostek menyediakan 2.000 dosis untuk dua tahap dengan jenis Astrazeneca. Pemberian vaksin dimulai pukul 08.00 15.00 WIB, di One Belpark Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (4/9/2021).
Pramudya mengatakan, vaksinasi penting untuk dilakukan, bukan hanya sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, tapi juga bentuk kepedulian BPJamsostek kepada masyarakat, khususnya para pekerja.
“Setelah menerima vaksin, bukan berarti bisa bebas seperti masa sebelum pandemi, tapi tetap harus menjaga prokes (prosedur kesehatan) sebagai upaya pertahanan diri sendiri, dan orang lain,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Plt. Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, yang menyampaikan terima kasih kepada BPJamsostek, karena turut mendukung program pemerintah sebagai strategi percepatan herd immunity, khususnya di Jakarta.
Baca Juga: BPJamsostek Gandeng ShopeePay untuk Mudahkan Peserta Bayar Iuran
Isnawa mengatakan, dari 1,7 juta warga Jakarta Selatan, 65%-nya sudah menerima vaksinasi.
"Ada dua strategi yang kami lakukan untuk mencapai herd immunity, yaitu membuka sentra vaksinasi dan vaksinasi dinamis, dengan mendatangi warga door to door untuk melakukan vaksinasi,” tuturnya.
Lebih lanjut Pramudya mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan kegiatan vaksinasi, tentunya dengan melihat ketersediaan dosis vaksin di berbagai daerah.
“Ini merupakan titik ke-18 kegiatan Vaksinasi Bersama BPJamsostek diselenggarakan dalam kurun waktu lebih kurang satu bulan, dan akan terus kami lakukan secara merata. Semoga persediaan dosis vaksin di daerah lain masih mencukupi, dan kami akan terus melakukan koordinasi agar masyarakat bisa mendapatkan vaksin,” jelasnya.
Vaksinasi ini merupakan sebuah upaya yang sangat penting bagi pekerja, agar mendapatkan perlindungan diri terhadap kemungkinan terpapar oleh Covid-19. Jika sudah divaksinasi, setidaknya pekerja sudah memiliki imunitas yang dapat membantu meringankan gejala yang diderita, atau bahkan tanpa memiliki gejala sama sekali, serta meminimalisir potensi terjadinya kejadian yang fatal.
Bersamaan dengan kegiatan ini, BPJamsostek juga menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia pada ahli waris pekerja. Jumlah santunan JKK yang disampaikan kepada ahli waris pekerja mencapai lebih dari Rp1 miliar dan diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan.
Berita Terkait
-
Sudah Lebih dari Target, Anies: Warga DKI Masih Ada 2,7 Juta yang Harus Divaksin
-
Jakarta Jadi Provinsi Paling Demokratis, Anies: Kita Jaga Kebebasan Berekspresi
-
DKI Peringkat Satu Provinsi Paling Demokratis Berturut-turut Sejak Anies Menjabat Gubernur
-
Pekan Pertama PTM Campuran, Wagub DKI Klaim Pembukaan Sekolah Berjalan Lancar
-
Positivity Rate Covid-19 Jakarta di Bawah Lima Persen, Anies: Pandemi Semakin Terkendali
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?