Suara.com - Langkah percepatan kian dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan pembangunan kawasan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dukungan serta sinergi dari sejumlah kementerian menjadi pondasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Salah satunya yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).
Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Jarot Widyoko menjelaskan, langkah awal yang dilakukan dalam mempersiapkan program pengembangan food estate di Kalteng adalah menyiapkan dukungan sarana/prasarana pengairan. Maka dari itu, pekerjaan yang akan dilakukan adalah merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi/drainase irigasi rawa yang dilengkapi dengan pintu-pintu.
Jaringan Irigasi yang dibangun oleh Kementerian PUPR mengusung konsep Grand Needs, di mana seluruh salurannya itu terdiri dari saluran primer, sekunder, tersier dan kuarter.
"Tugas pokok dari Ditjen SDA adalah menyiapkan dukungan sarana/prasarana pengairannya. Jaringan di sini adalah grand needs, ada primer, sekunder, tersier dan kuarter," tutur Jarot.
Tahun 2020, pengerjaan program rehabilitasi dan peningkatan irigasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah seluas 30.000 hektar. Sedangkan tahun 2021 adalah seluas 135.000 hektar yang terbagi ke dalam 4 blok wilayah kerja yakni, Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Belanti dan Desa Anjir Serapat. Dengan rincian, Blok A 43.503 hektar, Blok B 11.543 hektar, Blok C 33.724 hektar, Blok D 76.092.
Pada tahap awal 2020, pengerjaan rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi food estate Kalteng terfokus pada daerah irigasi, rawa Kabupaten Dadahup Blok A dengan realisasi galian saluran primer utama sepanjang 27.000 meter, saluran primer pembantu 35.500 meter, saluran sekunder 78.500 meter, saluran tersier 455.000 meter dan saluran kuarter 681.000 meter dan saluran kolektor 70.500 meter.
Untuk tahun 2021, tahapan pembangunan food estate pada daerah irigasi rawa Kabupaten Dadahup Blok A Kalteng terus dipercepat dengan pengerjaan, pembangunan pintu air pada jaringan sekunder Blok A serta pembangunan dengan box culvert untuk menjaga aliran drainase dan irigasi sampai ke lahan food estate.
Membuahkan Hasil
Realisasinya sejumlah target pembangunan food estate kian memberikan dampak positif terhadap masyarakat Kalteng. Sobarudin, salah satu petani di Kabupaten Kapuas mengatakan, masyarakat di Desa Petak Buah, Kabupaten Kapuas sangat antusias untuk bertani. Namun, semangat itu padam karena bertani di Desa Petak Buah kerap menemui beberapa kendala, salah satunya adalah kebanjiran.
"Sebelum masuknya program food estate, kami hampir 23 tahun mengalami beberapa kendala, sering terjadi kebanjiran. Namun setelah adanya program food estate, di mana saluran keluar masuk air diperbaiki, kini saluran-saluran air sudah bersih, dan tidak terjadi banjir lagi," tutur Sobarudin.
Baca Juga: Wonosobo Sukses Jalankan Pamsimas, Semua Warga Kini Miliki Akses Air Minum
Hal senada disampaikan oleh petani lainnya, yakni Warsan. Kata Warsan, semenjak adanya kegiatan pengerukkan saluran tersier yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, wilayahnya tidak ada lagi banjir, bahkan kondisi air di saluran itu setengah dari daya tampung air di saluran.
"Dengan adanya food estate ini meningkat, karena yang dulunya mungkin akses jual beli itu agak kesulitan, sekarang dengan dibangun infrastruktur yang ada mempermudah warga jual hasil yang ada karena banyak tengkulak masuk.
Terimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Ditjen SDA Kementerian PUPR juga kepada Presiden Jokowi yang telah mencanangkan program food estate di Kecamatan Dadahup. Mudah-mudahan program ini bisa menunjang perekonomian masyarakat," ucapnya. (kty)
Berita Terkait
-
Resmikan Bendungan Pidekso, Jokowi Sebut Air Kunci Ketahanan Pangan
-
Kementerian PUPR Kukuhkan APPJAKI sebagai Organisasi Profesi
-
Tak Sekadar Wujudkan Sarana Air Minum, Ini Sejumlah Dampak Positif Pamsimas
-
Ditangkap di Kalteng, Teroris JAD Sudah Rencanakan Pembelian Senjata dan Latihan Militer
-
Ini 28 Perusahaan yang Akan Jualan Kebutuhan Infrastruktur di e-Katalog LKPP
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?