Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkesempatan jadi pengajar di acara Kementerian Keuangan edisi ke-6. Dalam materi keuangan negara itu, Menkeu juga turut menjelaskan terkait utang pemerintah.
Menkeu menjelaskan, keuangan negara sebagai salahs atu pondasi penting dalam menghadapi situasi seperti pandemi Covid-19. hal ini lantaran akibat Covid-19, belanja negara melonjak tajam.
Bersamaan dengan itu, pendapatan negara justru anjlok karena pembayar pajak kehilangan pemasukan mereka.
"Kalau penerimaan kurang untuk membiayai belanja yang begitu banyak, berarti kita ada defisit atau kurang, maka kekurangannya dibiayai pake utang. Utangnya berapa dan dari mana saja, itu semua dibahas dengan DPR sebagai wakil rakyat. Jadi kita sebelum membuat utang secara tidak langsung menyampaikan ke rakyat melalui wakil-wakil tersebut," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (9/11/2021).
Belanja negara harus dilakukan karena menurut Menkeu, pemerintah dituntut untuk mampu membantu masyarakat, pelaku usaha hingga tenaga kesehatan.
Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan berbagai bantuan sosial seperti bansos uang tunai, sembako hingga BLT dana Desa bagi seluruh masyarakat yang sangat terdampak Covid-19.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan subsidi upah hingga para pelajar dan guru agar tetap bsia menjalankan kegiatan belajar mengajar jarak jauh dengan memberikan subsidi kuota internet.
Ditambah lagi, pemerintah juga memberikan diskon listrik hingga 100% untuk rumah dengan daya listrik 450 VA, serta 900 VA.
Keuangan negara diharapkan bisa memberi bantuan masyarakat yang terkena positif Covid-19 dan di rawat di rumah sakit dengan membiayai semua perawatannya hingga sembuh.
Baca Juga: Tuding Pemerintah Manjakan Orang Kaya, Gatot Nurmantyo: Merdeka Tapi Masih Ada VOC
Tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat juga diberikan apresiasi melalui insentif dan tunjangan bagi mereka yang harus kehilangan nyawa saat bertugas.
Tidak hanya itu, vaksin COVID-19 yang diberikan juga sepenuhnya gratis bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai herd immunity melalui keungan negara.
"Itu semua menggunakan uang negara. Lalu kalian tanya, kalau kita belanja begitu banyak tadi Rp 2.750 triliun, namun kita juga pendapatannya tidak sampai Rp 2.750 triliun bagaimana? maka disini kita perlu pembiayaan defisit. Pemerintah kalkulasi dan bicarakan dengan DPR. Pemerintah mengeluarkan SBN, ini surat utang. Kalian khawatir utangnya banyak nggak? Kita kelola dengan hati-hati, rambu-rambunya ada. Jadi pemerintah menjaga juga dari sisi risikonya yang dikelola dengan hati-hati," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Suntik Modal Rp 4,3 Triliun ke Proyek Kereta Cepat, Sri Mulyani Diserang DPR
-
Suntik PMN Rp 4,3 Triliun ke Proyek Kereta Cepat, Sri Mulyani Salahkan Covid-19
-
Anggota Ombudsman: Ngeri, Rata-Rata RI Nambah Utang 2,8 Triliun Tiap Hari
-
Laos Siapkan Proyek Kripto Untuk Bayar Utang Negara dan Pemulihan Wabah COVID-19
-
Menkeu Sri Mulyani Perluas Sasaran Insentif Pajak, Berikut Daftarnya
Terpopuler
Pilihan
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab