Suara.com - Bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pengguna aplikasi Mobile JKN, setelah mendapat pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara otomatis akan menerima notifikasi penilaian kesan pesan setelah layanan atau yang disebut KESSAN. Ini merupakan salah satu tools untuk evaluasi tingkat kepuasan peserta.
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Samarinda, Desy Liana Siregar mengatakan, penilaian KESSAN oleh peserta yang sebelumnya hanya dapat dilakukan secara manual, saat ini lebih dipermudah dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Penilaian peserta ini akan terhubung langsung ke BPJS Kesehatan, sehingga seluruh keluhan yang dirasakan peserta dapat ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan.
“BPJS Kesehatan ingin selalu memberikan pelayanan terbaik terhadap semua peserta JKN. Untuk itu kami mengharapkan partisipasi kepada seluruh peserta untuk dapat memberikan penilaian layanan salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN, dari hasil penilaian tersebut nantinya akan digunakan sebagai evaluasi kepada fasilitas kesehatan,” terang Desy.
Desy menjelaskan, melalui KESSAN informasi dari peserta dapat menjadi referensi bagi FKTP melakukan improvement guna meningkatkan layanan secara berkelanjutan sehingga terselenggara layanan kesehatan yang terbaik bagi peserta JKN.
“Capaian KESSAN FKTP termasuk dalam indikator kepatuhan faskes, sehingga BPJS Kesehatan rutin melakukan evaluasi KESSAN ini kepada FKTP agar nilai KESSAN FKTP tercapai sesuai standar dan tentunya dampaknya adalah kepuasan peserta JKN,” jelasnya.
Dia menambahkan, bagi peserta peserta JKN pengguna aplikasi Mobile JKN, setelah menerima layanan dari faskes akan mendapat notifikasi di smartphone untuk memberikan penilaian dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan.
“Pertanyaan diberikan mencakup tiga aspek yaitu sarana prasarana, administrasi, serta pelayanan kesehatan. Peserta juga dapat memberikan masukan perbaikan terkait dengan pelayanan yang telah diberikan oleh FKTP,” tambah Desy
Sementara itu Noor Prihagi Putri (22) salah satu peserta JKN-KIS yang menggunakan aplikasi Mobile JKN mengaku pernah mendapatkan notifikasi evaluasi melalui smartphone beberapa saat setelah mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
“Beberapa waktu yang lalu setelah saya berobat ke salah satu faskes, tidak lama masuk notifikasi melalui aplikasi Mobile JKN. Setelah saya buka isinya tentang evaluasi pelayanan yang baru saya dapatkan, tentu saya sangat antusias untuk mengisi evaluasi tersebut,” ujar Putri
Baca Juga: Telusuri Sudut Rumah Sakit, BPJS SATU! Siap Membantu Peserta JKN-KIS
Menurut Putri, evaluasi setelah pelayanan kesehatan di faskes dengan melibatkan peserta sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas layanan yang diberikan kepada peserta JKN. BPJS Kesehatan akan memberikan penghargaan kepada faskes yang kualitasnya baik bahkan dapat menghentikan kerjasama dengan faskes yang buruk kuliatas pelayanannya.
“Saya sebagai peserta sangat senang dilibatkan dalam penilaian terhadap faskes, dengan demikian sebagai peserta saya merasa turut memiliki andil terhadap kemajuan program JKN ini. Semoga dengan adanya penilaian ini seluruh faskes dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Mobile JKN Mudahkan Peserta Akses Layanan Administrasi dan Kesehatan
-
Heri Berjuang Lawan Hemofilia Bersama JKN-KIS
-
Irmawati: Pelayanan JKN-KIS Sangat Bagus dan Tak Membeda-bedakan
-
Hakordia 2021, BPJS Ketenagakerjaan Bangun Kultur Anti Korupsi Lewat Webinar
-
Cara Cek Saldo BP Tapera Terbaru, Jangan Sampai Salah Website
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat