Suara.com - Teknologi otomatis diklaim mendukung dunia bisnis menciptakan berbagai macam lingkungan kerja. Meski sejumlah pihak menganggap mesin akan membuat lowongan kerja semakin sedikit. Perusahaan itu justru mengklaim, hal ini membuat karyawan mendapatkan peran yang lebih menarik.
"Banyak perusahaan saat ini berada di persimpangan jalan ketika mereka menetapkan langkah ke depan, dan otomatisasi akan memainkan peran penting dalam berbagai bentuk, mulai dari robotik hingga analitik,” kata Sales Vice President of Southeast Asia, Zebra Technologies Asia Pacific, Christanto Suryadarma, Jumat (11/3/2022).
Cobot, robotic process automation (RPA), automated mobile robots (AMRs) dan micro fulfillment center siap menyambut pertumbuhan pesat 5 tahunan dan akan menjadi sangat fundamental bagi operasional bisnis.
Ia menilai, perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan untuk menambah kekuatan tenaga kerja mereka dengan robot, atau mereka menghadapi risiko pertumbuhan bisnis mereka akan terhambat.
Robot dirancang agar dapat menyesuaikan diri dengan kegiatan operasional dan lingkungan manufaktur yang sudah ada, dan berbagai manufaktur dapat memanfaatkan fleksibilitas dan skalabilitas dari berbagai solusi-solusi otomatisasi robotik saat ini.
Beberapa solusi di antaranya bahkan bisa diimplementasikan hanya dalam waktu satu atau dua hari. Hal ini akan membutuhkan banyak dukungan dari berbagai entitas terpercaya termasuk penyedia solusi yang sangat ahli di bidang manufaktur dan/atau robotik.
"Teknologi yang fokus pada solusi, akan membantu mentransformasi operasional bisnis dengan menciptakan workflow yang lebih dinamis dan sangat efisien. Dengan menerapkan otomatisasi yang tepat, para karyawan akan terbebas dari tugas-tugas yang bersifat repetitif dan dapat berkontribusi di tempat yang memungkinkan mereka memberikan value yang paling besar," kata Christanto diklaim Antara.
"Perusahaan juga akan mendapatkan kemampuan melihat seluruh lingkungan perusahaan yang sangat baik sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tajam dengan mengandalkan kecerdasan yang berbasis data," imbuhnya.
Contoh penting lainnya adalah otomatisasi industri. Machine vision dan fixed industrial scanning, RFID dan location system yang real time akan mengalami sedikit proses pembaruan di 2022.
Baca Juga: Jadi Pusat Ekonomi Digital, Jakarta Diharapkan Semakin Inklusif
Otomatisasi dalam pengambilan keputusan adalah hasil samping dari machine vision, computer vision, AI/machine learning, analitik prediktif dan/atau preskriptif, dan location technology yang tergantung pada sektornya.
Dengan ini beban karyawan yang harus melakukan panggilan yang tepat berdasarkan informasi terbatas yang mereka miliki akan berkurang.
Para pembuat keputusan di beberapa sektor, termasuk pebisnis retail dan operator warehouse, sudah memberikan konfirmasi bahwa mereka berencana menambah level kecerdasan di sisi workflow mereka untuk membantu, dan bahkan mengotomatisasi, proses pengambilan keputusan.
Otomatisasi workflow sudah menjadi prioritas di tahun 2022 ketika digitalisasi data semakin matang dan para karyawan bekerja di lokasi yang berbeda-beda.
Hal ini membuat otonomi, kecepatan dan efisiensi semakin dibutuhkan yang mendorong komitmen yang lebih besar terhadap solusi software-as-a-service (SaaS) cerdas yang bisa mengidentifikasi dan memberi penugasan, melacak status, dan bahkan bertindak cepat ketika tenggat waktu semakin mendekat.
Solusi otomatisasi workflow terbaik akan sangat mudah dipahami sehingga karyawan baru di garda depan bisnis hanya membutuhkan komputer seluler untuk tetap produktif sejak hari pertama mereka bekerja.
Dengan adanya otomatisasi analitik tidak perlu lagi pemilahan informasi secara manual oleh data scientist.
Melalui penerapan platform analitik prediktif dan preskriptif yang cerdas ke dalam sistem bisnis, semua staf bisa dengan mudah melihat dan memahami pasar, permintaan, inventori, dan tren kinerja.
Berita Terkait
-
Cara Membuat Suara Robot Menggunakan Voice Spice, Bisa Jadi Kartu Ucapan!
-
IKN Nusantara Bakal Bawa Indonesia Jadi Negara ke-5 dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar
-
Tidak Singkron, HET Minyak Goreng Dianggap Rugikan Pedagang Pasar Tradisional
-
3 Fokus Awal Indico, Anak Perusahaan Telkomsel di Sektor Digital
-
Jadi Pusat Ekonomi Digital, Jakarta Diharapkan Semakin Inklusif
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis