Suara.com - Kabar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax akhirnya turut mengundang Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berkomentar.
Menurut Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat ini harga Pertamax perlu dikaji ulang. Pasalnya, dengan harga Rp9.000 per liter, ujar dia tidak sesuai dengan harga keekonomian Pertamax yang menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai Rp14.526 per liter
Penyebab naiknya harga keekonomian ini disebabkan melambungnya harga minyak mentah dunia, terlebih setelah operasi militer Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
"Sudah saatnya dihitung ulang berapa harga yang layak yang diberikan Pertamina untuk harga Pertamax yang dikonsumsi oleh mobil-mobil mewah. Ini untuk keadilan semua," kata dia, Selasa (22/3/2022).
Ia melanjutkan, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap Pertamax 'hanya' 13 persen. Sehingga, jika harga Pertamax tidak segera menyesuaikan nilai keekonomian maka Pertamina sama saja memberikan subsidi pada 'orang kaya'.
"Seperti diinformasikan, harga BBM dunia naik dan seperti hitungan dari kawan-kawan Kementerian ESDM RON 92 atau Pertamax itu harga keekonomiannya Rp 14.500. Dan kita tahu Pertamax ini jumlahnya 13% dari konsumsi BBM di Indonesia dan pada umumnya mobil-mobil mewah," tuturnya.
"Dengan harga BBM Pertamax Rp 9.000 ini bisa dikatakan posisinya Pertamina saat ini seakan-akan mensubsidi Pertamax. Dan ini jelas, artinya Pertamina subsidi mobil mewah yang pakai Pertamax. Ini perlu dihitung ulang supaya ada juga keadilan, jangan sampai Pertamina memberikan subsidi yang begitu besar kepada mobil mewah yang memanfaatkan Pertamax," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Zulkieflimansyah Minta Maaf Pada Penonton MotoGP Mandalika yang Telantar Akibat Tiadanya Bus Antar Jemput
-
Pertamax Diwacanakan Naik, Sri Mulyani: Karena untuk Masyarakat Atas
-
Sirkuit Mandalika Bakal Ramai Lagi! Usai Gelar MotoGP, Giliran Balap WSBK Kembali Mengaspal Tahun Ini
-
BBM Langka dari Sulawesi Sampai Papua, Sopir: Semua Habis, Kami Gerah Mas
-
Energy Watch Prediksikan Harga Pertamax Bisa Naik hingga Rp 13.000 per Liter
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?