- Presiden Prabowo menerima laporan peningkatan konsumsi rumah tangga dari pengusaha pada Jumat (13/2/2026).
- Laporan pengusaha menyebut program makan bergizi gratis mendorong pertumbuhan ekonomi di lapisan masyarakat bawah.
- Kepala daerah melaporkan adanya penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan jumlah orang bekerja secara nasional.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto akui mendapatkan laporan dari kepala daerah hingga pengusaha terkait situasi perekonomian nasional.
Dari pengusaha Prabowo mendapatkan laporan bahwa tingkat konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan. Sementara dari kepala daerah, Prabowo mendapat laporan bahwa tingkat kemiskinan dan pengangguran menurun.
Hal itu disampaikannya saat berpidato pada agenda Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
"Saya beberapa hari lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan rombongan APINDO datang ke saya dipimpin oleh ketua umumnya, datang ke saya 23 orang, mereka laporan ke saya, bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat," ujar Prabowo.
Dari laporan pengusaha itu, Prabowo mendapatkan informasi bahwa mereka merasakan dampak dari program makan bergizi gratis (MBG).
"Mereka merasakan bahwa MBG, makan bergizi gratis telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, dan mendorong pertumbuhan di desa-desa di kecamatan-kecamatan di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita," ujarnya.
Dengan laporan itu, Prabowo pun meyakini bahwa ekonomi nasional akan tumbuh pada tahun ini.
"Dan disinilah dari lapisan paling bawah Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis. Kalau saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini," tegas Prabowo.
Selain dari pengusaha, Prabowo juga mengaku mendapat laporan dari para kepala daerah terkait dengan menurunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Baca Juga: Kecaman Prabowo ke Pengusaha: Kalian Sudah Kaya, Tolong Patuhi Aturan!
"Para kepala daerah melaporkan di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun. Mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun," ujarnya.
"Mereka juga melihat tren bahwa jumlah orang bekerja meningkat mereka juga menghitung gini ratio dalam trend menurun," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
-
Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta
-
Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
-
Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?
-
Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
-
BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri
-
CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri
-
Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung