Suara.com - Menteri Tenaga Kerja periode 1998-1999 dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2004-2005, Prof. H. Fahmi Idris, tutup usia pada Minggu (22/5/2022).
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, pun menyampaikan duka yang mendalam. Menurutnya, almarhum memiliki perhatian yang tinggi terhadap kompetensi calon PMI dan pelindungan terhadapnya.
"Saya sangat berduka atas wafatnya beliau. Beliau memiliki concern terhadap kompetensi calon PMI dan pelindungan bagi mereka," kata Menaker Ida melalui keterangan resminya di Jakarta.
Menaker pun mendoakan almarhum agar semua amal baiknya diterima Allah Swt. dan segala khilafnya diampuni oleh-Nya. "Selamat jalan Pak Fahmi. Semoga Allah mengampuni, mengasihi, dan menempatkanmu di tempat yang Allah rida," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla Kenang Fahmi Idris: Kami Seperjuangan Sejak Mahasiswa
-
Anies Kenang Fahmi Idris: Beliau Tak Pernah Berhenti jadi Aktivis sampai Akhir Hayat
-
Kenangan Akbar Tanjung pada Mendiang Fahmi Idris: Kami Berjuang Bersama-sama Sejak Mahasiswa
-
Melayat Fahmi Idris, Akbar Tanjung Merasa Sangat Kehilangan Teman Seperjuangan Angkatan 66
-
Kenangan Tak Terlupakan Zulhas Bareng Fahmi Idris, Tertahan Masuk Korsel hingga Diperiksa Selama 2 Jam
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari