Suara.com - Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad mengingatkan Bappenas agar serius mengurusi perapihan program Satu Data Indonesia (SDI). Hal ini penting untuk merapikan sejumlah data penduduk Indonesia untuk memutuskan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah.
"Sesuai dengan mandat Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019, Menteri PPN/Kepala Bappenas ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Satu Data Indonesia (SDI). Namun sayangnya, saya lihat jalannya masih kurang cepat. Banyak tumpang tindih atau data pemerintah tidak akurat, disebabkan oleh masih adanya masalah dalam perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data," kata Kamrussamad saat rapat Kerja DPR Komisi XI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (13/6/2022).
Dia bilang sepanjang tahun 2021 saja misalnya pemberian bansos Covid-19 oleh pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran, mengingat adanya data kependudukan yang tidak valid dan diperbarui.
"Kita lihat betapa carut marutnya data penerima bansos. Sekalipun ada datanya, tapi tidak akurat dan tumpang tindih. Akhirnya banyak yang tidak tepat sasaran." Katanya.
Tal hanya itu, kata dia baru-baru ini, bahkan Presiden Jokowi menyatakan kekesalannya karena masih ada tumpang tindih dalam penyelesaian sertifikat tanah.
“Karena itu, Bappenas harus serius mengurus Satu Data yang akurat dan reliable, agar data penerima Bansos kedepannya, bahkan data-data lainnya bisa diandalkan, tidak meleset." Ucapnya.
Sehingga kata dia saat ini, semua kebijakan harusnya berbasis data yang dapat diandalkan.
“Selain aspek teknis pengumpulan data, koordinasi antarinstitusi pemilik data, yang penting diatasi juga ego sektoral antar instansi.” imbuhnya.
Berita Terkait
-
4 Fakta Mitsuhiro Taniguchi, Buronan Kasus Bansos Covid-19 Jepang Ditangkap di Lampung
-
Warga Jepang Buronan Korupsi Dana Bansos COVID-19 Akan Dipulangkan ke Negara Asal
-
Siapa Mitsuhiro Taniguchi? Ini Sosok Buronan Jepang Ditangkap di Lampung
-
Sosok Mitsuhiro Taniguchi, Buronan Kasus Bansos Covid-19 Jepang Yang Tertangkap Sembunyi Di Lampung
-
Tertangkap Sembunyi Di Lampung, Buronan Kasus Bansos Covid-19 Di Jepang Diserahkan Ke Imigrasi
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran
-
5 Shio yang Paling Pintar Mencari Uang: Kombinasi Beruntung, Kerja Keras, dan Intuisi Tajam