- Harga logam mulia Antam naik signifikan dari Rp1.542.000 menjadi Rp2.487.000 per gram sepanjang tahun 2025.
- Analis JP Morgan memprediksi emas dunia mencapai USD5.000 per troy ounce pada akhir tahun 2026.
- Pengamat Ibrahim Assuaibi menyarankan investasi emas sekarang karena prospeknya jangka panjang dan harganya masih wajar.
Suara.com - Logam mulia kekinian tengah naik daun diburu oleh masyarakat. Pasalnya, belakangan harga emas yang terus melejit, memantik orang untuk mengoleksi logam mulia.
Hal ini terlihat dari harga emas Antam atau PT Aneka Tambang yang pada 2 Januari 2025 harganya masih dibanderol Rp 1.542.000 per gram. Namun, harganya terus melonjak hingga mencapai Rp 2.487.000 per gram pada 18 Desember 2025.
Setidaknya, harga emas Antam telah melonjak hampir 2 kali lipat, sehingga membuat banyak orang tergiur untuk berinvestasi di logam mulia. Begitu juga, harga emas dunia yang melonjak 65,80 persen atau 1.707 poin dari berkisar USD 2.600 per troy ounce menjadi USD per troy ounce.
Lalu bagaimana ramalan harga emas ke depan? Kapan waktu yang tepat untuk investasi?
Ramalan Harga Emas
Para analis memandang harga emas akan terus meroket hingga level tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor mulai dari ketidakpastian global hingga sentimen negara-negara adidaya.
Perbankan asal Amerika Serikat JP Morgan meramal harga emas dunia bisa mencapai USD 5.000 per troy ounce pada tahun 2026. Apalagi, nilai tukar dolar AS yang juga diramal merosot imbas suku bunga acuan AS yang rendah, memicu harga emas dunia perkasa.
Setidaknya ada dua faktor yang membuat harga emas dunia melesat di tahun 2026. Pertama, ketidakpastian ekonomi yang terlihat dari kebijakan yang berubah-ubah membuat investor saat ini memburu aset yang dinilai aman salah satunya logam mulai alias emas batangan.
Kedua, kondisi geopolitik, di mana konflik antar negara yang meluas, sehingga berdampak pada rantai pasok komoditas. Imbasnya, para investor lagi-lagi mencari instrumen yang dinilai paling aman atau safe haven.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Drastis dalam Sepekan
"Meskipun reli harga emas ini belum, dan tidak akan, bersifat linier, kami percaya tren yang mendorong kenaikan harga emas ini belum berakhir," ujar kepala Strategi Komoditas Global di JP Morgan, Natasha Kaneva seperti dikutip dari risetnya.
"Tren jangka panjang cadangan resmi dan diversifikasi investor ke emas masih akan berlanjut. Kami memperkirakan permintaan emas akan mendorong harga menuju $5.000/oz pada akhir tahun 2026," katanya.
JP Morgan Global Research memperkirakan harga rata-rata emas dunia pada tahun 2026 akan mencapai mencapai USD 5.055 per troy ounce. Sedangkan, pada akhir tahun 2026 harganya bisa melonjak hingga USD 5.400 per troy ounce.
Emas Antam Akan Terus Melonjak
Pengamat Mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat, lonjakan emas dunia juga berdampak pada harga emas batangan atau emas antam yang diproyeksikan melompat tinggi.
Dia menjelaskan, harga emas antam juga dipengaruhi oleh kurs rupiah. Terlebih, nilai tukar rupiah kini terus merosot di level Rp 16.600 per USD, dan diramal bisa tembus Rp 17.000 per USD.
Dengan makin loyo rupiah, membuat harga emas antam bisa menanjak hingga Rp 3 juta per gram.
"Ya kalau saya sih emang targetnya awal itu kan di Rp 2,5 juta per gram kan. Tapi di tahun 2026 ya kemungkinan besar di Rp 3 juta sampai Rp 3,1 juta per gram," ucap Ibrahim.
Begitu juga emas perhiasan, Ibrahim juga memproyeksikan harganya juga akan terkerek naik pada tahun 2026. Tentunya, harga emas perhiasan tergantung nilai kadarnya.
Kapan Waktu yang Tepat Investasi?
Meski harganya melonjak drastis, Ibrahim memandang investasi emas masih revelan untuk dikoleksi. Mengingat investasi emas itu merupakan prospek jangka panjang bukan untuk sesaat seperti saham.
Maka dari itu, Ibrahim merekomendasikan masyarakat bisa mengoleksi logam mulia pada saat ini. Apalagi, harga emas antam masih terbilang wajar untuk saat ini.
"Artinya, bahwa dalam kondisi harga logam mulia di Rp 2,4 juta itu juga masih sangat wajar ya bagi masyarakat untuk melakukan pembelian. Karena gini, karena investasi di logam mulia itu bukan jangka pendek, jangka menengah jatuh panjang. Artinya Pak pada saat kita investasi ya kita lihat 3 tahun," pungkas Ibrahim.
Berita Terkait
-
Harga Emas Antam Hari Ini Masih Kesulitan Tembus Level Rp2,5 Juta
-
Pakar Ingatkan Risiko Harga Emas, Saham, hingga Kripto Anjlok Tahun Depan!
-
Emas Hari Ini Turun Harga di Pegadaian, Galeri 24 Paling Murah
-
Emas Antam Tak Bergerak Hari Ini, Intip Deretan Harganya
-
Harga Emas Antam Hari Ini Berkisar 2,4 Jutaan per Gram, Sulit Menguat?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
Terkini
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?