Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menghapus catatan sita aset milik PT BNP dalam pailit, yakni Kapal CS NEX. Hal ini dipastikan usai yang bersangkutan membayar utang pajak sebesar Rp14 miliar sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP).
PT BNP yang kini wajib pajaknya diwakili oleh Kurator sudah melakukan pelunasan utang pajak senilai dasar sita pajak.
Selain itu, salah satu Penanggung Pajak PT. BNP (Dalam Pailit) juga menyerahkan kepemilikan aset milik pribadi sebagai jaminan pembayaran utang pajak yang masih tersisa.
Hal ini membuat catatan sita atas aset berupa Kapal CS NEX dihapuskan dan tidak ditindaklanjuti dengan tindakan lelang aset sitaan.
"Utang pajak PT. BNP (Dalam Pailit) yang masih tersisa kini sedang diselesaikan oleh Kurator dengan menggunakan hasil dari harta dalam bundel pailit. Apabila harta dalam bundel pailit dinyatakan oleh Kurator tidak cukup untuk membayar utang pajak, maka tindakan penagihan pajak terhadap utang pajak PT. BNP (Dalam Pailit) akan dilanjutkan kepada Penanggung Pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku," tulis DJP dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.
"Penagihan pajak ini membuktikan bahwa Direktorat Jenderal Pajak secara terus menerus dan konsisten melakukan upaya penagihan pajak agar penanggung pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak," sambung pihak terkait.
Berita Terkait
-
Anak Usaha Telkom Akan Masuk Pasar Afrika di 2023
-
Telkom: Gateway Manado Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia Timur
-
Telkom Seimbangkan Lalu-lintas Internet Timur dan Barat via Gateway Internasional Manado
-
Telkom Kembali Meraih Predikat Best of the Best pada AKHLAK Awards 2022
-
Komplotan Pencuri Tiang WiFi Milik Telkom di Binjai Ditangkap
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI
-
Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing
-
5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
-
Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh