Suara.com - Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) selalu menerapkan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, demi menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat. Baznas juga mengajak lembaga zakat yang lain, untuk terus menjaga amanah yang diberikan, salah satunya dengan menerapkan prinsip 3A, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Hal ini dijelaskan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Prof Dr KH Noor Achmad MA, saat menjadi nara sumber dalam Podcast Kafe Toleransi di Studio Podcast Kafe Toleransi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).
"Prinsip Baznas melakukan 3 prinsip aman, yaituAman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Tidak boleh ada dana zakat yang disalahgunakan, atau membawa gerakan-gerakan ektremisme atau terorisme, ini kami lakukan di seluruh Indonesia," kata Noor.
Berbekal prinsip kehati-hatian dan kedisiplinan itu, pengelolaan ZIS DSKL yang dilakukan Baznas selalu tepat dan laporan keuangannya selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sejak pertama berdiri hingga kini.
"Alhamdulilah berjalan dengan lancar, dan kita menargetkan cukup maksimal dengan target Rp26 triliun pengumpulan ZIS secara nasional pada 2022. Itu dibagi untuk provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ di seluruh Indonesia. Kami juga membutuhkan kekompakan dari semuanya," ucap Noor.
Di masa pandemi Covid-19, upaya Baznas dalam menyalurkan bantuan lebih digencarkan. Pasalnya, pandemi sangat berdampak kepada banyak sektor, tak hanya kesehatan namun juga perekonomian, khususnya keluarga rentan. Hal ini membuat Baznas mendistribusikan bantuan sesuai peruntukkannya, agar manfaatnya lebih terasa.
"Kami bagi menjadi dua. Oertama yang bersifat habis, misalnya saat Covid-19, kita harus membantu mereka yang isoman, atau membantu fakir miskin yang sangat membutuhkan bantuan-bantuan langsung, termasuk bantuan obat-obatan. Kami justru ingin meningkatkan yang produktif, bahkan kami menargetkan ada 400.000 mustahik, yang nanti kita harapkan menjadi muzaki. Dari Rp26 triliun tadi, kami harapkan 400.000 orang secara nasional dapat menjadi muzaki," kata Noor.
Selain itu, berbagai program yang telah digulirkan Baznas juga terus dikuatkan, seperti ZChicken, Zmart, Z-Auto, Zakat Community Development, Baznas Microfinance, dan Rumah Sehat Baznas. Baznas selalu mendorong produktivitas mustahik, agar terus berdaya dan bisa berkembang di kemudian hari.
"Saya yakin, orang Indonesia ada dua kelebihan. Ada yang agamis, mereka yang mengeluarkan ZIS, ada juga yang mereka dermawan. Namun demikian kami harapkan mereka yang berzakat, berinfak, bersedekah, berikanlah kepada lembaga yang kredibilitasnya selama ini bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya Baznas, merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk berdasarkan UU yang pertanggungjawabannya diberikan kepada presiden," kata Noor.
Terkait isu salah satu lembaga sosial yang diduga melakukan penyelewengan dana, Baznas mengaku tak khawatir, karena selama ini lembaga pemerintah nonstruktural itu sudah menjalankan pengelolaan ZIS dan DSKL secara transparan. Bahkan laporan keuangan Baznas terpampang jelas di situs resmi Baznas.go.id.
"Baznas tidak khawatir, karena kami sudah melakukan Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Kami juga melakukan kerja dengan transparan, maka kami yakin insyaAllah mudah-mudahan tidak berimbas kepada Baznas. InsyaAllah selama beberapa bulan ini kami tidak berimbas. Artinya, apa yang kita bangun kepercayaan masyarakat itu berhasil. Kami meminta lembaga yang melakukan penyelewangan tersebut dapat ditindak tegas, sehingga tidak berimbas kepada lembaga lain dan sekaligus memberikan efek jera kepada lembaga-lembaga lain," ujar Noor.
"Gunakanlah prinsip yang kami lakukan, 3 aman tersebut insyaAllah aman di dunia, aman di Indonesia, dan aman di akhirat, sehingga dengan demikian jika ada lembaga yang tidak menggunakan 3 aman tersebut perlu kita curigai. Di Indonesia masih banyak yang fakir miskin, Mari kita sama-sama ikut menuntaskan, jangan sampai dana untuk fakir miskin dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang lain," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tingkatkan Kapasitas Amil Daerah, Baznas Lakukan Uji Kompetensi
-
Demi Tingkatkan Kualitas Pesantren, Baznas Buka Program Beasiswa Ma'had Aly 2022
-
Baznas Salurkan Paket Makanan ZChicken ke Korban Kebakaran Tambora
-
Sejumlah Masyarakat Pekerja Rentan Mendapat Bantuan Makanan Siap Saji dari Baznas
-
Sekolah Cendekia Baznas Luncurkan Buku Dari Anak Indonesia untuk Anak Indonesia
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah