Suara.com - Indonesia diperkirakan akan terseret dalam tahun resesi pada 2023 mendatang bersama dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Walau demikian, bisnis akan tetap menggeliat meskipun tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya. Ekonomi yang semakin melemah juga membuat ide bisnis tahun resesi mesti makin kreatif. Pasalnya, di tahun resesi orang-orang akan lebih ketat dalam membelanjakan uang.
Tahun resesi bukan berarti menyurutkan semangat untuk memulai bisnis. Hanya saja perlu penyesuaian tentang bisnis apa yang ingin dijalankan. Di tahun saat pengaturan uang semakin ketat, bisnis yang menjual kebutuhan pokok bisa menjadi jawabannya. Berikut ini beberapa contoh ide bisnis tahun resesi yang bisa dijalankan.
1. Jual Sembako
Sembako atau sembilan bahan pokok merupakan kebutuhan utama yang bakal tetap eksis tak peduli kondisi ekonomi. Setiap orang butuh makan selama dia hidup, sehingga jualan sembako menjadi bisnis tahun resesi yang cukup aman. Bisnis ini memang butuh modal cukup besar. Namun, jika modalnya kecil, kamu bisa memilih salah satu di antara sembilan bahan pokok tersebut. Misalnya hanya jualan beras saja.
Jualan beras pun tak begitu sulit. Cukup ambil beras karung dari tempat penggilingan kemudian pasarkan secara eceran. Sebagai langkah awal, pemasaran bisa dilakukan untuk tetangga dekat.
2. Kursus Online
Pendidikan merupakan kebutuhan prioritas bagi masyarakat saat ini. Kursus-kursus yang menambah skill, khususnya yang menunjang pekerjaan seperti skill bahasa asing atau jualan. Bagi kamu yang memiliki keahlian ini manfaatkan dengan baik untuk menghasilkan cuan. Kalau kamu tidak bisa membuka sendiri kelas tersebut, bergabung dengan lembaga jasa juga bisa menjadi pilihan.
3. Penitipan Anak atau Daycare
Di masa resesi ekonomi pencari kerja akan bertambah. Orang-orang juga masih memprioritaskan karier untuk mendapatkan penghasilan. Bagi keluarga dengan anak, mencari penitipan atau daycare pasti menjadi tantangan tersendiri. Kamu bisa menjadikan peluang ini sebagai bisnis. Tawarkan daycare dengan fasilitas yang bikin betah anak-anak dan menarik hati orang tuanya.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Begini Tips Pilih Daycare yang Aman Untuk Anak
4. Dropshipper
Berbelanja online tetap akan menjadi favorit di tahun 2023. Tren ini sekaligus membuka peluang bisnis baru. Cara kerja dropshipper juga terbilang mudah, kamu cukup memasarkan barang yang dipasok oleh supplier.
Jika ada pembeli, barang tersebut akan dikirim melalui supplier sehingga model bisnis ini nyaris tanpa modal. Bisnis ini cocok untuk ibu rumah tangga atau mahasiswa dengan kantong pas-pasan. Para pelaku dropshipper juga tak perlu terlebih dahulu menyetok barang yang akan dijual.
5. Jual Sarapan Sehat
Sama seperti kebutuhan pokok lain, sarapan sehat diprioritaskan oleh banyak orang. Bagi kamu yang hobi berkutat di dapur, jual sarapan sehat dengan mengincar kalangan pekerja menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan di tahun resesi. Seperti yang diketahui, banyak dari kalangan pekerja tak sempat mengurusi sarapan mereka yang sehat.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Biaya Hidup Tinggi, Banyak Wanita di Inggris Pilih Nyambi Jadi PSK
-
Ekonomi Tiongkok Hingga Uni Eropa Berpengaruh Pada Potensi Resesi Indonesia, Pakar Ungkap Alasannya
-
Begini Cara Agar Indonesia Selamat dari Resesi Dunia Tahun 2023
-
Bertemu Parlemen Jerman, Komisi VII Bahas Perubahan Iklim dan Krisis Energi Global
-
Orang Tua Wajib Tahu! Begini Tips Pilih Daycare yang Aman Untuk Anak
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK