Suara.com - Perusahaan media satu persatu tumbang. Setelah CNN, giliran BuzzFeed perusahaan media online yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK sejumlah pekerjanya.
Seperti dilansir CNBC, BuzzFeed berencana mem-PHK 12% tenaga kerjanya atau sekitar 180 orang. Alasan PHK, imbas dari perekonomian global yang tak pasti hingga adanya peralihan masyarakat yang memilih menonton video pendek.
Adapun, karyawan yang menjadi korban PHK berasal dari divisi penjualan, produksi, teknologi, dan konten. Akan tetapi, PHK ini tidak menyasar ke divisi pemberitaan.
Kabar PHK ini membuat, harga saham BuzzFeed mencapai titik terendah di level USD1,06.
"Agar BuzzFeed dapat mengatasi penurunan ekonomi yang saya yakini akan berlanjut hingga tahun 2023, kami harus beradaptasi, berinvestasi dalam strategi kami untuk melayani audiens kami dengan sebaik-baiknya, dan menyesuaikan kembali struktur biaya kami," kata CEO Jonah Peretti dalam sebuah memo kepada karyawan, seperti dikutip Rabu (7/12/2022).
Dalam PHK ini, perusahaan berharap ada efisiensi dalam hal pekerjaan ataupun keuangan. Hingga Maret, perusahaan memiliki sekitar 1.500 karyawan.
Tahun lalu, BuzzFeed telah menjadi perusahaan terbuka dan saham telah turun hampir 40% di minggu pertama perdagangan. Pada bulan Maret, perusahaan mengurangi operasional perusahaan dalam upaya mencetak untung.
Peretti mengatakan bahwa dia ingin perusahaan berinvestasi di area yang akan mendorong pertumbuhan dan membangun bisnis kreator yang lebih kuat.
Baca Juga: Penyebab Startup Marak Lakukan PHK, Bukan Gara-gara Gaji Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini