Suara.com - Fenomena antrean panjang pembeli es krim Mixue tidak hanya terjadi di Indonesia. Antrean panjang untuk membeli es krim asal China ini juga terjadi di berbagai negara, salah satunya negara tetangga Australia.
Hal ini terungkap dari netizen asal Indonesia yang menampilkan video warga Sydney yang tengah mengantre demi mendapatkan es krim Mixue.
Momen video itu dibagikan oleh kun Twitter @ulilsmna, di mana baru ada satu gerai Mixue yang buka di wilayah Sydney, Australia.
"Indonesia ga selalu tertinggal. Disini Mixue baru buka dan cuma 1 counter. Ini antreannya ," tulis akun tersebut seperti dikutip, Rabu (15/2/2023).
Akun tersebut juga membagikan video badut Mixue yang tengah mempromosikan gerai pertamanya kepada warga Sydney.
"Tidak lupa ada badut cimolnya mixue juga," tulis akun tersebut.
Untuk diketahui, Mixue merupakan gerai es krim asal Henan, China. Gerai es krim yang berasal dari susu ini pertama kali masuk Indonesia di Bandung.
Namun, kehadiran gerai Mixue kini bak minimarket yang setiap tikungan ada. Bahkan, di jalan-jalan kecil Jakarta juga tersedia gerai Mixue.
Diketahui, saat ini Mixue juga mulai membuka gerainya di luar Jawa, seperti Batam, Dumai, Bengkulu, Jambi, Lubuk Linggau, Padang, Pangkal Pinang, Binjai, Kampar, Bengkalis, Deli Serdang, Manado, Makassar, Palu, Kendari, Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Samarinda.
Baca Juga: Melambat, Ekonomi Indonesia Diprediksi Hanya Tumbuh 5,1%
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja