Suara.com - Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengaku bersalah terkait dengan keruwetan yang terjadi di Stasiun Manggarai. Kemenhub juga meminta maaf atas penumpukan penumpang yang setiap hari terjadi di Stasiun Manggarai.
"Kami sadar apa yang terjadi saat ini banyak menimbulkan kesusahan yang dilakukan oleh teman-teman (Penumpang KRL) dalam perjalanan. Untuk itu kami meminta maaf atas nama pemerintah," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal di Kantor Kemenhub seperti yang dikutip, Rabu (22/2/2023).
Menurut Risal, keruwetan di Stasiun Manggarai imbas dari pembangunan yang berlarut-larut. Namun dia menargetkan pembangunan Stasiun Manggarai bisa selesai pada tahun 2025.
"Pembangunan ini (Stasiun Manggarai) masih berjalan dan belum selesai. Insha Allah selesai di tahun 2025 tuntas," kata dia.
Setelah selesai, Risal menjamin, para pengguna KRL bisa kembali menggunakan transportasi commuter line dengan aman dan nyaman.
Dia pun menargetkan, Stasiun Manggarai ke depan bisa menampung penumpang hingga 2 juta penumpang per hari.
"Kita sedang membangun sampai nantinya apa yang direncanakan memang untuk memudahkan para pelaku perjalanan yang aman, nyaman dan selamat, itu kuncinya," imbuh dia.
Pekerja sampai resign
Kerasnya Stasiun Manggarai dirasakan salah satu karyawan yang sampai mengundurkan diri atau resign dari pekerjaannya karena tidak kuat melawan ganasnya kerumunan penumpang KRL atau Commuter Line saat dan setelah jam pulang kerja.
Baca Juga: Program Mudik Motor Gratis Kemenhub Kembali Digelar, Simak Rute Jadwal dan Cara Mendaftar
Seperti dilansir dari akun instagram @giladiskon, karyawan yang bernama Siti setiap hari harus berdesakan hingga bertarung mendapatkan kereta dengan penumpang lain.
Kemudian, Siti juga menilai waktu antar kereta sangat terbatas untuk bisa naik kereta tepat waktu. Kadang kala, fasilitas di Stasiun Manggarai juga tidak berfungsi, seperti lift.
"Seorang karyawan bernama Siti memutuskan untuk resign dari kantornya karena gak mau lagi transit di Stasiun Manggarai pada jam-jam sibuk," tulis akun tersebut seperti yang dikutip, Senin (13/2/2023).
Saat ini, Siti rela mengundurkan diri dan mencoba pengalaman baru dengan bekerja di bidang yang lain. Padahal, saat ini dirinya telah bekerja sebagai pegawai tetap.
Menurut Siti, kesehatan mental sangat penting, sehingga dirinya memilih mengembangkan karir di jalur yang beda, dibanding harus berdesak-desakan di Stasiun Manggarai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas
-
Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak