Suara.com - Tunjukkan komitmen dalam modernisasi ekosistem keuangan negara, bank sentral Rusia mengumumkan rencananya untuk memulai uji coba Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) mereka yang dikenal sebagai rubel digital.
Rusia akan mengadakan uji coba CBDC yang dijadwalkan dimulai pada tanggal 15 Agustus, yang melibatkan 13 bank terpilih. Uji coba ini juga akan melibatkan konsumen dan bisnis, dengan menguji secara komprehensif fungsionalitas dan kegunaan mata uang digital tersebut.
"Memulai operasi uji coba dengan rubel digital sungguhan adalah tahap paling krusial dalam proyek ini. Ini akan memungkinkan kami menguji operasional platform rubel digital dan memastikan bahwa jalur pelayanan yang nyaman dan mudah dimengerti bagi pengguna," ungkap Olga Skorobogatova, Wakil Gubernur Pertama Bank Rusia, yang dikutip via Blockchain Media.
Periode uji coba ini diharapkan akan memberikan pengalaman nasabah terkait kepemilikan dompet digital, melakukan transfer, memfasilitasi pembayaran otomatis, dan transaksi dengan kode QR.
Apa yang membedakan uji coba ini dari pengujian sebelumnya adalah penggunaan versi nyata dari mata uang digital, dengan tujuan memberikan representasi yang lebih akurat dari implementasinya di masa mendatang.
Laporan dari Reuters juga memperkirakan partisipasi sekitar 600 konsumen dalam tahap awal program ini. S
korobogatova menegaskan, bank mengantisipasi pengujian operasional dengan pelanggan nyata, mengindikasikan seriusnya uji coba ini.
Rencana bank sentral Rusia untuk rubel digital cukup ambisius. Pada akhir tahun 2023 ini, program uji coba direncanakan menyasar pada fitur untuk mencakup kode QR dinamis, transfer antara entitas hukum, dan dukungan yang lebih kuat untuk pembayaran otomatis.
Pada tahun 2024, cakupan program akan diperluas untuk mencakup lebih banyak bank, karena 19 bank tambahan telah menyatakan minat.
Baca Juga: Berdampak ke Transformasi Digital, QRIS Raih Penghargaan Internasional
Selain transaksi domestik, rubel digital juga bercita-cita untuk memperluas utilitasnya ke pembayaran lintas batas, yang berpotensi merevolusi interaksi keuangan internasional.
Pendekatan strategis ini sejalan dengan upaya terbaru Rusia dalam membentuk alternatif transfer lintas batas, terutama mengingat hambatan yang ditimbulkan oleh sanksi perang yang mengganggu beberapa transaksi internasional pada akhir 2022.
Proses menuju peluncuran rubel digital telah ditandai oleh serangkaian tonggak penting. Rancangan undang-undang yang mendasari CBDC telah disetujui oleh legislatif pada bulan Maret, membuka jalan bagi pelaksanaannya.
Pengembangan selanjutnya mencakup berita mengenai periode uji coba yang akan datang sekitar tanggal 19 Juli dan persetujuan resmi aset oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada bulan yang sama.
Dalam upaya untuk mendorong adopsi, bank sentral Rusia mengumumkan bahwa transaksi menggunakan rubel digital akan bebas biaya hingga tahun 2025.
Berita Terkait
-
Gelar Pekan QRIS di Palembang, BI Target Transaksi Digital UMKM Khas Sumsel
-
Liburan Lebaran dan Sekolah Usai, Kinerja Penjualan Eceran pada Juli 2023 Mandek
-
Penerimaan Pajak Buat Cadangan Devisa Juli Meningkat Jadi Rp 2.065,5 Triliun
-
Bank Indonesia: 26,7 Juta Merchant Sudah Gunakan QRIS
-
Berdampak ke Transformasi Digital, QRIS Raih Penghargaan Internasional
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas
-
Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?