Suara.com - Di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0 sangat diperlukan update teknologi terkait brand protection sebagai upaya pencegahan terhadap pemalsuan atau counterfeiting yang semakin canggih.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri Gandung A Murdani dalam acara “Brand Technology Update” yang diselenggarakan oleh PRIfA (Peruri Research Institute for Authenticity).
"Peruri saat ini telah bertransformasi menjadi technology company mampu memberikan nilai tambah terhadap layanan pelanggan untuk memberikan jaminan keamanan dan keaslian pada produk-produk yang digunakan konsumen,” ujar Gandung dalam keteranggannya di Jakarta yang dikutip Sabtu (19/8/2023).
Apalagi brand protection juga merupakan bagian dari kompetensi utama Peruri sebagai Perusahaan penjamin keaslian (authenticity guarantor).
Sementara itu Xavier Urbaneja (Xavi) dari Sicpa Swiss mengatakan saat ini semakin marak peredaran barang palsu yang menjadi tantangan berat perusahaan global dan dalam negeri.
Dia bilang tantangan yang dihadapi perusahaan-perusahaan global tersebut terkait brand protection di antaranya telah terjadi peningkatan perdagangan produk palsu sebesar 3,3% dari total perdagangan global.
"Selain itu merebaknya pemalsuan di Asia dengan tingkat pertumbuhan pemalsuan diperkirakan akan terus meningkat sebesar 6% CAGR pada 2021-2026," kata Xavi.
Diketahui saat ini Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan security printing and digital solution terintegrasi telah memiliki layanan-layanan untuk mengantisipasi tantangan tersebut, di antaranya identitas digital (Digital ID) pada produk rantai pasok dan layanan track and trace untuk meningkatkan traceability pada rantai pasok. Melalui layanan Peruri Code, konsumen mampu mengautentikasi produk melalui perangkat seperti smartphone, sebagai bagian dari tren peningkatan keterlibatan dengan end-consumer.
Selain itu, PT Sicpa Peruri Securink juga memiliki teknologi Brand Protection yang dapat diterapkan pada label (security labels solutions), kemasan (packaging security solutions), atau langsung pada produk (product security solutions). Solusi tersebut antara lain: QUAZAR® merupakan fitur pengaman terbuka (overt) yang dengan mudah dapat diverifikasi dan SICPAGUARD® untuk fitur pengaman rahasia (covert) yang efektif untuk autentikasi dan pengawasan, serta REVEO® untuk verifikasi digital pada smart packaging, di mana REVEO® memungkinkan verifikasi melalui aplikasi seluler untuk pencegahan pemalsuan.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Pengawas dan Direksi Peruri, Begini Susunan Terbarunya
Ketiga solusi Brand Protection tersebut telah berhasil diimplementasikan di berbagai industri antara lain farmasi, kosmetik, logam mulia, barang mewah, elektronik, FMCG dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?