Setelah memahami konsep dasar investasi saham dan memilih tujuan investasi saham, calon investor saham memilih perusahaan sekuritas untuk melakukan transaksi jual dan beli. Perusahaan sekuritas ini harus memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Saat ini, perusahaan sekuritas juga memiliki layanan transaksi secara daring. Calon investor tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan dengan biaya transaksi yang wajar serta dukungan terhadap nasabah yang baik dan mudah.
Jangan Tergiur Iming-iming
Di era serba online atau daring, semua informasi dan penyebarannya sangat mudah melalui media sosial dan ajakan masuk grup aplikasi pengirim pesan. Bahkan sampai melakukan promosi berbayar atau iklan di media sosial mengenai ajakan bergabung dalam berinvestasi.
Sayangnya, ajakan dan informasi itu sering menjanjikan keuntungan dengan mudah, seperti berbagi hasil atau titip dana melalui trading saham.
Iming atau janji yang diberikan persentase cukup besar, yakni mencapai 30 persen dalam waktu singkat hanya melalui titip dana. Bahkan mereka yang menawarkan dengan sistem titip dana memakai nama atau akun para pelaku investor saham yang cukup dikenal.
Ada juga memakai nama perusahaan sekuritas. Hal itu bertujuan agar calon yang akan menitip dana makin tergiur untuk ikut bergabung.
Faktanya, semua tawaran dengan model titip dana atau bagi hasil adalah penipuan. Yang pasti dalam hal berinvestasi tentu memiliki risiko, dan istilah high risk high return kerap menempel di dunia investasi.
Namun high return atau keuntungan besar ini kerap dijadikan janji para penipu, agar orang mau bergabung. Apalagi banyak orang hanya memikirkan mencari keuntungan dalam waktu cepat dan singkat tanpa proses pembelajaran.
Baca Juga: Alasan Lo Kheng Hong Borong Saham PGAS, Bukan Karena Support atau Resisten
Calon investor saham sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran dengan model bagi hasil atau titip dana.
Era sekarang ini, semua transaksi beli dan jual saham bisa dilakukan secara mandiri dan real time atau waktu nyata. Pergerakan harga, keuntungan, dan kerugian bisa dipantau dengan mudah dan bisa dari mana saja. Bahkan melakukan transaksi dan memantau dengan ponsel pun juga bisa.
Dana yang Dibutuhkan
Modal bagi calon investor saham, saat ini juga beragam. Mulai dari hanya Rp1 jutaan sampai tidak terbatas limitnya, ssalkan modal untuk investasi saham ini benar-benar dana yang tidak terpakai atau sering disebut dana menganggur.
Tentu besar kecilnya modal investasi saham disesuaikan dengan tujuan melakukan investasi saham.
Untuk melakukan transaksi juga simpel, seiring dengan berkembangnya dunia digital. Melakukan transaksi beli dan jual saham tidak harus datang ke kantor pialang atau sekuritas. Cukup melalui komputer rumah, laptop, tablet, dan ponsel sudah bisa melakukan aksi beli dan jual saham.
Berita Terkait
-
Bos BEI Mau Jaring Lebih Banyak Investor Saham
-
Dear Investor Saham! Pekan Depan BEI Mulai Berlakukan Auto Rejection Simetris
-
Investor Saham Makin Banyak, Tapi yang 'Kejebak' Juga Banyak
-
Ada yang Gratisan Nih Buat Investor Saham, Buruan Simak
-
Gaet Investor Saham Stockbit Hanya Ambil Biaya Beli 0,1 Persen, Paling Murah di Industri
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026