Suara.com - Tim Inovasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali memborong penghargaan pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVII di Yogyakarta belum lama ini. Sebanyak 15 gugus inovasi Pupuk Kaltim berhasil meraih prestasi, dengan capaian masing-masing 9 Platinum dan 6 Diamond sebagai predikat tertinggi.
Tiap tim yang berpartisipasi mempresentasikan berbagai terobosan dan inovasi yang berhasil dicapai satu tahun terakhir. Mulai efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan nilai efisiensi mencapai Miliaran Rupiah.
Inovator Pupuk Kaltim bersaing dengan 550 gugus inovasi dari berbagai perusahaan dan instansi di Indonesia. Keberhasilan ini makin mengukuhkan Pupuk Kaltim sebagai Industry Leader tanah air, yang dinilai mampu meningkatkan performa perusahaan dengan mengedepankan inovasi serta efisiensi dan efektivitas di segala bidang.
"Kami ucapkan selamat kepada seluruh tim gugus Pupuk Kaltim yang sudah berjuang maksimal di ajang TKMPN tahun ini, termasuk manajemen serta seluruh elemen perusahaan yang turut memfasilitasi prestasi Pupuk Kaltim," ujar VP Inovasi & Pengembangan Manajemen (Inbangmen) Pupuk Kaltim Dian Wahyu Pratama, dalam keterangannya, Rabu (13/12/2023).
Diungkapkan Dian Wahyu, Pupuk Kaltim secara rutin terlibat di ajang TKMPN guna mengukur efektivitas inovasi, khususnya dalam mendukung komitmen perusahaan untuk peningkatan mutu produksi dan efisiensi secara berkesinambungan.
Hal ini sekaligus menunjukkan semangat dan komitmen seluruh unit kerja Pupuk Kaltim, untuk terus mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi dalam mencapai efisiensi yang lebih signifikan, berorientasi pada pengembangan Industry 4.0 yang juga diterapkan perusahaan secara berkesinambungan.
"Pengembangan inovasi terus digalakkan Pupuk Kaltim dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan maupun dampak langsung ke masyarakat. Dan melalui TKMPN, kita bisa mengukur sejauh mana efektivitas inovasi tersebut untuk dikembangkan lagi kedepannya,” tambah Dian Wahyu.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan berbagai inovasi yang meraih penghargaan TKMPN XXVII membuktikan konsistensi Pupuk Kaltim terhadap pengembangan mutu produksi dan efisiensi, yang sejalan dengan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).
Hal ini pun terus didukung Direksi dan Manajemen Pupuk Kaltim dengan memfasilitasi para inovator melalui ajang kompetisi terbuka, mulai dari internal perusahaan melalui Pupuk Kaltim Innovation Award (PIA) setiap tahun, guna melahirkan beragam tools baru dengan berbagai keunggulan.
Baca Juga: Komitmen Terapkan Pengupahan Secara Adil, Pupuk Kaltim Diapresiasi Wapres dan Menaker
Dan tim terbaik mendapat kesempatan mewakili perusahaan di tingkat nasional hingga internasional.
“Inovasi Pupuk Kaltim terus berkembang setiap tahun dalam mendukung kinerja perusahaan. Mulai dari perencanaan, eksekusi hingga monitoring, dan evaluasi. Kontribusi dari tiap inovasi pun memberi dampak signifikan terhadap perusahaan, dibuktikan dari nilai efisiensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun," papar Soesilo.
Dirinya pun mengapresiasi seluruh prestasi yang berhasil diraih tim inovasi Pupuk Kaltim pada TKMPN tahun ini, dan berharap capaian tersebut menjadi semangat untuk lebih meningkatkan kinerja dalam mendukung realisasi target perusahaan.
Terlebih inovasi diciptakan secara mandiri dengan nilai efisiensi yang terus meningkat, sehingga mampu menyelamatkan perusahaan dari berbagai potensi risiko dan kerugian.
Hal ini pun dibuktikan dengan capaian prestasi yang tidak hanya diakui secara nasional, tapi juga di kancah internasional yang turut berhasil meraih penghargaan prestisius dari berbagai inovasi yang digagas.
Terbaru, Pupuk Kaltim turut memboyong penghargaan pada ajang Asia Pacific Quality Organization International Conference (AQPO-IC) ke-28 di Kathmandu Nepal, sekaligus berhasil mempertahankan predikat World Class Company.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore
-
Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Rumah Korban Bencana di Tapanuli Selatan
-
Aturan Wajib Label untuk Produk Tinggi Gula Ditargetkan Rampung Tahun Ini
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
-
Purbaya Bantah Tudingan Menkes soal Pemerintah Tak Punya Uang Biayai Penerima BPJS Kesehatan
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
-
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen