Suara.com - Pupuk Indonesia mendorong anak muda agar bisa menciptakan inovasi-inovasi canggih di sektor pertanian. Untuk mendorong itu, Pupuk Indonesia menggelar ajang FertInnovation 2023 di mana, untuk mencari inovasi produk pupuk, seperti pupuk ramah lingkungan atau pupuk dengan bahan baku lokal.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menjelaskan, selain digunakan untuk perseroan sendiri, inovasi dari anak muda juga bisa dipakai oleh banyak orang atau komersialisasi.
"Ini akan kita komersialisasikan, kita coba tingkatkan sampai bisa maju. Ini cukup penting. Misalnya precision farming atau efficient fertilizer itu penting banget. Hari ini ketergantungan kita pada sumber bahan baku pupuk impor itu besar sekali," ujarnya di kantornya yang dikutip Rabu (20/12/2023).
Rahmad mengatakan, FertInnovation 2023 ini terbuka bagi para mahasiwa hingga masyarakat umum. Dengan begitu, anak muda yang memiliki inovasi untuk meningkatkan ketahanan pangan bisa mengikuti ajang tersebut.
"Di Pupuk Indonesia kita punya Indonesian Fertilizer Research Institute, itu lembaga penelitiannya di Pupuk Indonesia. Tapi kita melihat kalau ini berdiri sendiri kan gak mungkin. Maka kita ajak semuanya dari teman-teman swasta, universitas, termasuk regulator bergabung untuk menumbuhkan inovasi," jelas dia.
Rahmad menyebut, inovasi di sektor pupuk sangat diperlukan, karena kekinian perseroan masih bergantung pada impor bahan baku.
"Maka cari sumber-sumber baru yang ada. Tadi kan ada penemuan-penemuan baru, seperti bio-fertiziler, pupuk hayati, macam-macam, jadi penting banget," imbuh dia.
Ajang pencarian ini, tambah Rahmad, semata-mata hanya untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya ketersediaan pupuk untuk para petani.
"Lima dari tujuan ekspor utama Pupuk Indonesia itu ke negara-negara yang jadi lima sumber impor bahan makanan utama ke Indonesia. Oleh karena itu kita mesti benar-benar menjaga ketahanan pangan, tidak hanya nasional tapi juga regional," ucap dia.
Baca Juga: Pandawa Agri Indonesia Dorong Transformasi Pertanian di Malaysia
Sebagai informasi, Ajang FertInnovation 2023 ini terbagi dalam empat kategori lomba. Pertama, enhanced efficiency fertilizer. Kedua, sustainable fertilizer industry. Ketiga, precision agriculture technology. Keempat, agri challenge.
Setidaknya, Ada 385 karya yang dikirim ke FertInnovation 2023. Pengiriman karya telah dimulai sejak 10 Oktober sampai 15 November 2023. Proses seleksi pun sudah masuk tahap terakhir, dan akan diumumkan pemenangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar