Suara.com - Gaduh kasus mahasiswa harus berutang melalui pinjaman online (pinjol) demi membayar uang kuliah ternyata bukan barang baru di luar negeri.
Indonesia boleh dikatakan telat dalam menerapkan metode pembayaran biaya kuliah melalui fintech ini.
Co-Founder Modal Rakyat Fintech Stanislaus M mengatakan pinjaman pembiayaan bagi mahasiswa melalui pinjol adalah hal yang lumrah di sejumlah negara. Bahkan kata dia ada Fintech yang memberanikan diri untuk melakukan pinjaman sebesar Rp2 miliar kepada calon setiap mahasiswa.
"Fintech lending untuk edukasi itu bukan yang baru, Indonesia sebetulnya sudah telat. Karena banyak pemain-pemain fintech di luar negeri seperti US (Amerika Serikat) seperti SoFi yang biasa meminjamkan anak-anak S2, MBA sampai Rp2 miliar," kata Stanislaus dalam diskusi Core Indonesia bertajuk 'Biaya Kuliah Kelas Menengah' di Jakarta pada Kamis (28/3/2024).
Menurut Stanislaus fintech-fintech ini sangat berani untuk memberikan pinjaman utang kepada calon nasabahnya karena tahu mahasiswa tersebut memiliki masa depan yang cerah sehingga dirasa cukup menguntungkan.
"Mereka tahu akan kualitas anak-anak tersebut, mereka tahu bahwa mereka adalah future the leader," ungkapnya.
Lainnya halnya dengan Indonesia kata, industri ini kata dia masih di pandang sebelah mata dan cukup menakutkan bagi setiap kalangan termasuk juga mahasiswa.
"Fintech ini sebetulnya sangat membantu, tapi karena ada pemain ilegal jadi merusak citra semua fintech. Kita tidak mendistraksi bank, yang ada kita justru membantu bank " katanya.
"Jadi kalau fintech ini banyak yang bilang mencekik, saya katakan itu hanya oknum yang melakukan. Kita hanya membantu karena fintech bisa jadi pilihan karena bank tidak membantu atau dengan limited option," pungkasnya.
Baca Juga: Ngeri-ngeri Sedap Perbankan Berikan Pinjaman Kuliah ke Mahasiswa
Sebelumnya viral di media sosial X dengan postingan akun @ITBfess tentang kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menawarkan mahasiswa membayar uang kuliah tunggal (UKT) menggunakan pinjaman online atau biasa di kenal Pinjol berbunga.
Diketahui dalam postingan tersebut berisi selebaran yang berisikan tentang pengajuan pinjaman berserta cicilan untuk biaya kuliah di ITB. Disebutkan di selembaran tersebut, pihak ketiga merupakan mitra resmi ITB. Selain itu terdapat program cicilan enam bulan hingga 12 bulan. Proses pengajuan tanpa down payment (DP) dan tanpa jaminan apapun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara