Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih penghargaan The Best Anugerah UKM TJSL (The SME CSR Awards) Asia 2024, dari La Tofi School of Social Responsibility melalui lima program yang terbagi dalam dua kategori utama. Penghargaan diterima Direktur Operasi Pupuk Kaltim F Purwanto di Jakarta, Senin (01/4/2024).
Diungkapkan Purwanto, lima program yang meraih penghargaan tahun ini diantaranya tiga program untuk kategori Perusahaan dan dua program untuk kategori UKM Binaan. Penghargaan kategori perusahaan diantaranya diraih program Budiman Oke Makrifah Herbal, untuk sub kategori Pengembangan UKM Kelompok Wanita.
Lalu program Inovasi Pertanian Berkelanjutan Terpadu Hidayatullah, serta program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA) pada sub kategori Pengembangan UKM Kelompok Petani/Nelayan.
Sementara dua program kategori UKM Binaan masing-masing inovasi Borneos.co untuk sub kategori Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta SUVI Training pada sub kategori UKM Pendidikan dan Pelatihan. Keseluruhan program merupakan inovasi sosial unggulan Pupuk Kaltim dalam memberikan nilai tambah, dengan mengedepankan aspek pemberdayaan bagi masyarakat sekitar perusahaan.
"Dari keseluruhan program tersebut, Pupuk Kaltim pun melakukan pendampingan secara maksimal, sehingga mampu memberikan dampak positif hingga benefit yang signifikan bagi para pelaku usaha binaan. Seluruhnya dijalankan secara terarah, sehingga goals yang dihasilkan pun sesuai dengan realisasi target di lapangan," terang Purwanto.
Dijelaskan Purwanto, aspek pemberdayaan merupakan salah satu fokus implementasi TJSL Pupuk Kaltim melalui berbagai program, yang sengaja diinisiasi untuk memaksimalkan potensi serta peluang untuk mendorong kesejahteraan, hingga memberi dampak yang lebih luas di lingkungan masyarakat.
Melalui pemberdayaan, Pupuk Kaltim tidak hanya melakukan perbaikan sosial dari sisi kesejahteraan masyakarat, tapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi binaan dalam mewujudkan kemandirian seiring makin bertumbuhnya sektor usaha.
Pembinaan pun mulai tahap awal di taraf usaha mikro, yang terus didorong agar usaha binaan semakin berkembang dan naik kelas dengan pendampingan intensif. Penguatan kapasitas usaha juga difasilitasi, seperti halnya pengembangan kelembagaan, sertifikasi maupun promosi dan lainnya agar sektor usaha makin berdaya saing.
"Dengan penguatan di segala aspek, pelaku usaha binaan akhirnya mampu mandiri dan menciptakan peluang usaha baru yang juga menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Melalui upaya ini, kemandirian pun bisa kita diwujudkan secara bertahap," terang Purwanto.
Dirinya menyebut penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi perusahaan untuk terus berperan sebagai agen pembangunan, sekaligus menumbuhkan peluang bagi usaha binaan agar terus berkembang. Termasuk komitmen lingkungan yang senantiasa dikedepankan dalam aktivitas bisnis, turut menjadi fokus dari langkah pembinaan Pupuk Kaltim.
Dimana pelaku usaha binaan yang kali ini mendapatkan penghargaan juga bertumpu pada nilai lingkungan seperti Rumah Tanaman Obat Keluarga (Toga) hingga sektor pertanian terpadu yang dikembangkan untuk mendorong keberlanjutan.
"Hal ini menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim, mengingat pelestarian lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas bisnis perusahaan. Mulai dari dekarbonisasi hingga upaya lain guna meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan. Semangat ini juga kami tularkan bagi usaha binaan di tiap program," tambah Purwanto.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility La Tofi, mengatakan Anugerah UKM TJSL Asia 2024 merupakan tonggak awal membangun kerjasama pengembangan UKM dalam kaitannya dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di seluruh Asia.
Kata dia, UKM harus saling belajar dan membangun kapasitas bisnis dengan tetap mengedepankan nilai lingkungan hidup, serta memiliki keterkaitan untuk menciptakan ekosistem keberlanjutan.
Kolaborasi UKM dan TJSL menjadi sangat penting bagi perusahaan BUMN yang mengemban misi negara maupun swasta, yang keniscayaannya menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, perusahaan besar layaknya Pupuk Kaltim didorong menjadi teladan bagi UKM dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup, serta pengembangan nilai sosial masyarakat melalui tata kelola yang baik. Dari hal tersebut, UKM pun dapat menjadi besar karena kemandirian yang terus didorong melalui pembinaan yang terarah oleh perusahaan.
"Dan anugerah atau sertifikat penghargaan ini menjadi bukti kelulusan dari proses kolaborasi yang menyumbang pada skoring ESG, oleh tiap perusahaan yang berkontribusi serta berkomitmen terhadap penguatan kapasitas UKM dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lingkungan didalamnya," ujar La Tofi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?
-
Deal Perjanjian Dagang RIAS Tak Mutlak, Bisa Berubah Jika Ada Perjanjian Baru
-
Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?
-
9 Tips Mengatur THR agar Tidak Cepat Habis untuk Persiapan Lebaran
-
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
-
Setelah Kesepakatan Dagang, Produk AS Bakal Banjiri Pasar RI
-
Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global
-
Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya
-
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
-
Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg