Suara.com - Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan bakal dihadiri sekitar 6.000 lebih peserta dan tamu undangan sebagai sebuah perayaan kenegaraan.
Dikutip dari kantor berita Antara, dalam acara ini bakal disediakan yang , lanjut dia, diharapkan berlangsung lancar dan memberi kenangan yang indah.
Sesuai tujuan perayaan peringatan Hari Kemerdekaan RI pertama yang digelar di IKN, kegiatan ini mesti dirasakan juga masyarakat luas.
Salah satu bentuknya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilibatkan dalam upacara bendera pada 17 Agustus 2024 di Kota Nusantara.
Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, upaya menghadirkan UMKM ini adalah salah satu upaya meningkatkan perekonomian.
"Kami sediakan fasilitas berupa sentra ekonomi kreatif untuk UMKM saat Upacara Kemerdekaan RI di IKN," jelas Sandiaga Uno.
Tempat khusus atau fasilitas itu dipastikan Menparekraf dapat dimanfaatkan pada Juli atau awal Agustus 2024.
Ada pun pelaku UMKM yang dilibatkan saat Upacara Kemerdekaan RI ini telah mendapat pembinaan dan pendampingan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Sekitar 300 hingga 400 pelaku UMKM bakal terlibat dalam Upacara Kemerdekaan RI pertama di ibu kota negara baru Republik Indonesia.
"Setelah sentra ekonomi kreatif berdiri, UMKM yang sudah dibina dan didampingi OIKN, bisa berkreasi dan melakukan kegiatan pelatihan, jadi saat pelaksanaan upacara sudah siap," ujar Sandiaga Uno.
Masih dalam kerangka menumbuhkembangkan ekonomi di IKN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga mempersiapkan fasilitas pariwisata dan perhotelan.
Pada awal Agustus 2024, sejumlah hotel yang dibangun di kawasan IKN sudah bisa gunakan untuk pelayanan tamu yang hadir dalam acara kenegaraan Indonesia.
Baca Juga: Dukung Perekonomian Lokal, Kota Tarakan Terapkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Berita Terkait
-
Kapan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan?
-
Mengapa Ibu Kota Negara Indonesia Tetap Jakarta Bukan IKN?
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi