Suara.com - Sir Richard Branson, salah satu pebisnis kondang asal Britania Raya sudah bisa disebut masuk masa pensiun karena berusia 73 tahun. Akan tetapi, wirausahawan yang menyukai kegiatan menantang dan penuh risiko ini tidak menunjukkan tanda-tanda memperlambat langkahnya di sektor bisnis.
Dikutip dari Sunday Times Rich List terbaru, kekayaan bersih Branson tahun lalu turun ke tingkat yang terjadi terakhir pada 2000. Yaitu menjadi 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Beberapa perusahaan milik lelaki yang mendapatkan gelar knighthood dari Kerajaan Inggris atas perannya sebagai entrepreneur ini--termasuk Virgin Galactic--nilainya anjlok.
Sementara perusahaannya yang go public melalui SPAC (Special Purpose Acquisition Companies, bertujuan meningkatkan modal melalui penawaran umum perdana (IPO) untuk tujuan mengakuisisi perusahaan operasi yang sudah ada) juga mengalami penurunan nilai.
Secara keseluruhan, kekayaan bersihnya telah anjlok lebih dari setengahnya sejak 2021.
Meski begitu, CEO Virgin Group ini ingin memastikan permata mahkota perusahaannya, Virgin Atlantic, tetap diurus keluarga sendiri bila ia meninggal nanti.
Dalam sebuah wawancara dengan Times of London, Richard Branson memaparkan secara tersirat bahwa ia adalah salah satu dari beberapa CEO lanjut usia yang menjalani perencanaan suksesi sebagai bagian dari transfer kekayaan. Bernilai jutaan dolar dan bakal dilakukan sepanjang 30 tahun mendatang.
Dikutip dari Fortune, sebagai bagian dari transfer, Richard Branson ingin menyerahkan kunci maskapai penerbangan kepada putrinya, Holly yang berusia 42 tahun, dan putranya Sam, 39 tahun.
Holly Branson sendisi adalah direktur kepala dan visi Virgin Group, sementara Sam Brnason adalah penasihat informal untuk organisasi ayahnya.
Baca Juga: Strategi Bisnis Penerbangan "Sangat Disengaja": Singkat dan Super Murah
"Saya berencana untuk menyimpan perusahaan Virgin dalam keluarga dan anak-anak akan meneruskan tradisi ini," ungkap Richard Branson sebagaimana dikutip dari The Times.
Sebanyak 51 persen saham Virgin Atlantic dimiliki Virgin Group, organisasi induk perusahaan Richard Branson, yang mengendalikan usaha transportasi dan medianya. Sisanya, saham dimiliki Delta Airlines.
Sementara itu, Shai Weiss, karyawan lama Virgin Group, mengambilalih jabatan CEO Virgin Atlantic pada 2019.
Selama bertahun-tahun, pertanyaan tentang siapa yang akan mengambil alih kerajaan perusahaan Richard Branson yang bernilai miliaran dolar menjadi pokok pembicaraan dalam wawancaranya.
Virgin Atlantic, yang memiliki 41 armada jet, menghasilkan rekor pendapatan sebesar 3,9 miliar dolar AS pada 2023, sehingga menjadikan maskapai ini memperoleh keuntungan sebesar 447 juta dolar AS.
Maskapai ini telah melewati sederet kendala sebelum mencapai kondisi keuangan yang lebih nyaman, termasuk membutuhkan dana talangan setelah pandemi COVID-19.
Berita Terkait
-
King Abdi MasterChef Alami Pengalaman Tak Menyenangkan di Maskapai Penerbangan
-
Sudah Gembar-Gembor, Ternyata Indonesia Airlines Belum Punya Punya Izin Terbang
-
Inikah Pesaing BYD yang Datang Dari Maskapai Penerbangan? Gunakan Chipset Snapdragon
-
Ketika Maskapai Penerbangan Ikut Produksi Mobil Listrik, Toyota dan Honda Wajib Introspeksi
-
Indonesia Air Belum Dapat Lampu Hijau Kemenhub, Menhub: Surat Pengajuan Belum Ada!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
Izin Tambang untuk Ormas Picu Polarisasi, Tapi Tak Sampai Pecah Organisasi
-
Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Pindah Kantor di BEI, OJK Akan Tendang Keluar Bursa Emiten yang Langgar Aturan Free Float
-
Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian