Suara.com - Berdasarkan hasil sidak atau inspeksi mendadak Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah pada Selasa (25/6/2024) di 20 lokasi restoran dan rumah makan di kawasan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yoyakarta terdapat tujuh lokasi usaha yang masih menggunakan elpiji 3 kg. Dengan rata-rata kepemilikan dua hingga 28 tabung per rumah makan.
Dikutip dari kantor berita Antara, Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah menyatakan bahwa jumlah penyalahgunaan ini cukup menguras kuota kabupaten.
Di mana kuotanya diperuntukkan bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro di wilayah Kabupaten Sleman.
"Dalam sidak, kami langsung melakukan penukaran tabung LPG dari setiap dua tabung ukuran 3 kg yang bersubsidi, ditukar dengan satu tabung ukuran 5,5 kg nonsubsidi yaitu Bright Gas," tegas Brasto Galih Nugroho.
Melalui inspeksi mendadak tadi, pemerintah bersama Pertamina berhasil menyelamatkan kuota subsidi bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro sebanyak 62 tabung per hari dan 1.860 tabung elpiji 3 kg per bulan.
Surat Direktur Jenderal Migas No T-190/MG.05/DJM/2023 8 Januari 2023 perihal Kewajiban Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji Tabung 3 kg, pangkalan mendistribusikan minimal 80 persen elpiji subsidi langsung kepada konsumen akhir mulai 1 Maret 2023. Sebelumnya, peruntukan untuk konsumen akhir adalah minimal 70 persen.
Perubahan komposisi ini untuk memastikan distribusi elpiji 3 kg lebih banyak dijual di pangkalan untuk konsumen akhir.
"Sejatinya elpiji 3 kg adalah untuk rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran. Untuk rumah tangga menengah ke atas dan usaha di atas level mikro, kami mengimbau menggunakan elpiji nonsubsidi," tandasnya.
PT Pertamina Patra Niaga mengimbau bahwa penggunaan Liquid Petroleum Gas (LPG) atau elpiji bersubsidi ukuran 3 kg hanya ditujukan bagi pelaku usaha mikro.
Baca Juga: Sirkuit Selaparang Tuan Rumah MXGP 2024, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Mataram Bersiap
Jadi, para pebisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta juga perlu mengindahkan. Bila tidak termasuk usaha mikro dan masih menggunakan elpiji tabung hijau yang disebut elpiji melon itu, diminta segera beralih menggunakan LPG nonsubsidi.
"Pertamina bersama pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan elpiji bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Brasto Galih Nugroho.
"Bila memang merasa mampu atau tidak miskin maka jangan menggunakan elpiji 3 kg hak saudara kita yang kurang mampu," lanjutnya.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji 3 kg, usaha yang diperbolehkan menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi hanya usaha mikro, bukan keseluruhan UMKM.
Pertamina telah menyediakan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg untuk digunakan masyarakat mampu.
"Kami dari Pertamina juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi pendistribusian elpiji bersubsidi yang beredar agar distribusi elpiji bersubidi menjadi tepat sasaran," tutup Brasto Galih Nugroho.
Berita Terkait
-
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Sudewo Jalani Sidang Perdana, Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI
-
Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram