Suara.com - Pada Selasa (2/7/2024), delegasi Provinsi Hubei, Tiongkok bertemu dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri). Kedua belah pihak melakukan penjajakan kerja sama di empat sektor yang meliputi pertanian hingga pariwisata.
Dikutip dari kantor berita Antara, Delegasi Hubei dipimpin Liu Xiaoming, Wakil Direktur Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Hubei, beserta pejabat tinggi lainnya. Termasuk Wakil Konsul Jenderal Ms. Xu Chunjuan, dan Konsul Atase Mr. Cheng Tong.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan delegasi Provinsi Hubei ke Kepri. Ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua provinsi," jelas Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Ia sangat menyambut baik rencana kerja sama ini, mendorong untuk dibentuknya kerja sama sister province antara Kepri dan Hubei. Ini akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan ekonomi bagi kedua provinsi ini.
"Penjajakan kerja sama ini harus segera ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis. Kami perlu membahas secara detail potensi kerja sama yang bisa dibangun, terutama di bidang pertanian dan pariwisata," ungkapnya.
Selain pertanian dan pariwisata, delegasi Provinsi Hubei juga menyampaikan keinginan untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dipaparkannya Kepri sangat terbuka dengan tawaran kerja sama di bidang pendidikan, seperti program pertukaran pelajar akan sangat bermanfaat bagi pengembangan SDM lokal.
"Semoga delegasi bisa ikut mempromosikan keindahan dan potensi Kepri di Hubei agar banyak warga mereka berwisata kemari," lanjut Gubernur Ansar.
Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kepri menambahkan delegasi Pemerintah Hubei dan rombongan melakukan kunjungan langsung ke lokasi pertanian, seperti kebun nanas, kawasan pertanian Wacopek dan PT. Bintan Inti Gemilang di Kijang, Kabupaten Bintan.
Baca Juga: Indonesia Catat Kunjungan Turis Asing Tertinggi 4 Tahun Terakhir: Durasi Tinggal Lebih dari Sepekan
Selain itu, ke sejumlah objek wisata, antara lain Patung 1.000 dan Vihara Pagoda Sata Sahasra Buddha di Kota Tanjungpinang.
"Mereka melihat langsung potensi dan daya saing di Kepri, baik di bidang pertanian mau pun pariwisata, sehingga di masa mendatang diharapkan terjalin kerja sama saling menguntungkan antara Kepri dan Hubei," tutup Guntur Sakti.
Berita Terkait
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Jawa Tengah Siapkan 1.000 Desa Wisata sebagai Motor Ekonomi 2027
-
Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya
-
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha