Suara.com - PT Daikin Airconditioning Indonesia, perusahaan manufaktur dan distributor produk HVAC terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menjalin kerja sama dengan SMK-SMK di berbagai daerah untuk menyelenggarakan program vokasi.
Salah satu sekolah yang mendapat fasilitas kerjasama ini adalah SMK Negeri 1 Lamongan, Jawa Timur.
“Tak sekedar dukungan perangkat untuk praktek guru dan siswa, kami mendesainnya sebagai tempat pelatihan dan pengembangan kompetensi siswa didik dan tenaga pendidikan, khususnya terkait refrigerasi dan tata udara,” ujar Budi Mulia, Direktur PT. Daikin Airconditioning Indonesia dikutip Senin (22/7/2024).
Pilihan pada bidang studi kekhususan refrigerasi dan tata udara sendiri, menurutnya, selaras dengan bidang keahlian Daikin yang dikenal sebagai perusahaan spesialis tata udara dengan usia seabad di dunia pada tahun ini.
Dinamai Daikin Center of Excellence, keberadaannya sekaligus menjadikannya sebagai pusat keunggulan Daikin pertama bagi SMK di wilayah Jawa Timur. Dengan peresmian ini, Daikin terhitung telah memiliki tiga pusat keunggulan bagi sekolah kejuruan yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
Menilik Daikin Center of Excellence pada sekolah yang berdiri di Jalan Panglima Sudirman No. 84 Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini, tak ubahnya seperti ruang praktek bagi perangkat solusi tata udara yang memadai. Menempati sebuah ruang kelas khusus, didalamnya tersedia sejumlah perangkat tata udara (air conditioner – AC).
Tak hanya AC single split bagi hunian, namun pula AC SkyAir Daikin yang peruntukannya bagi bangunan komersial. Berjajar pada rak khusus, tatanan masing-masing perangkat dibuat untuk memungkinkan untuk praktek langsung dengannya. Mulai dari teknik instalasi, troubleshooting hingga berbagai pengujian untuk memastikan sistem AC berfungsi baik sesuai spesifikasinya.
Disisi lain, ruang pusat keunggulan Daikin ini juga dilengkapi berbagai perangkat ajar termasuk papan tulis hingga meja bagi pengajar. Bahkan, seakan menguatkan kesan sebagai ruang pendidikan, dinding ruangan ini tertutup poster yang berisikan berbagai pengetahuan terkait dengan perangkat AC.
Lebih dari sebuah bangunan ruang praktek, dikatakan Budi Mulia, Daikin juga bakal melengkapinya dengan berbagai aktivitas pendukung. Diantaranya yaitu pengadaan pelatihan bagi siswa dan tenaga pendidik dengan melibatkan tenaga ahli Daikin sebagai guru tamu, sertifikasi industri bagi guru dan siswa, hingga pengujian kompetensi.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM Guna Menyongsong Indonesia Emas, AMANAH Gelar Youth Top Models di Aceh
“Keseluruhannya dirancang untuk menyiapkan pengetahuan dan keahlian siswa dalam upaya menjadikannya sebagai tenaga ahli refrigerasi dan tata udara di masa mendatang, sesuai kebutuhan industri yang semakin berkembang,” ujar Budi Mulia lagi.
Pernyataan terkait kebutuhan industri yang semakin berkembang ini, menurut Budi Mulia, setidaknya dapat dilihat dari perkembangan Daikin dalam operasionalnya di Indonesia.
Menjadi spesialis perangkat solusi tata udara, Daikin menapak di Indonesia sejak lima puluh tahun yang lalu. Terus berkembang hingga dikenal sebagai pemimpin pasar AC di Indonesia, Daikin tercatat memiliki 16 kantor perwakilan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan sekitar 1,400 mitra bisnis.
Melanjutkan fase perkembangannya, dikatakan Budi Mulia lagi, tahun 2025 bakal menjadi fase baru bagi Daikin di Indonesia. Hal ini terkait dengan rencana besarnya untuk memulai produksi AC di dalam negeri melalui fasilitas produksi yang tengah dibangun di kawasan Cikarang.
“Pada jejak perjalanan dan dengan rencana besar Daikin kedepan inilah, kami menyadari kualitas sumber daya manusia sangat berperan penting. Tak hanya bagi Daikin, namun pula bagi industri secara keseluruhan,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China
-
Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut
-
Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati