Suara.com - PT Riota Jaya Lestari menyalurkan bantuan berupa 17 ton beras kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah tambang.
Program ini merupakan bagian dari pilar sosial di bidang keagamaan yang bertujuan untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Humas PT Riota Jaya Lestari Muhammad Awaluddin ditulis Selasa (25/3/2025).
Bantuan beras ini didistribusikan ke beberapa desa yaitu Desa Lambai, Desa Woise, Desa Woitombo, Desa Latawaro, Desa Totallang, Desa Puncak Monapa, Desa Sulaho, dan Desa Lapasi-pasi. Setiap desa mendapatkan alokasi beras sesuai dengan jumlah keluarga penerima manfaat.
“Dengan adanya berbagai program ini, PT Riota Jaya Lestari berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar tambang, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya,” ungkapnya.
Selain program bantuan beras, PT Riota Jaya Lestari juga mengadakan program Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Riota (Berkah Riota), yang meliputi kegiatan pembagian takjil, buka puasa bersama, serta ceramah keagamaan di masjid-masjid desa lingkar tambang.
Kegiatan ini berlangsung sejak 2 hingga 20 Maret 2025. Sebagai puncak kegiatan, penutupan program Berkah Riota digelar di Masjid Nurul Falah, Desa Lapasi-pasi dengan dihadiri para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan.
Direktur Utama PT Riota Jaya Lestari Amirullah Nur Saenong menegaskan komitmen perusahaan dalam program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan dan kebersamaan di bulan Ramadan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. PT Riota Jaya Lestari akan terus berupaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka,” ujar dia.
Baca Juga: Beredar Isu Beras SPHP Takaran Dikurangi, Wadirut Bulog Buka Suara
Beras, makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi dunia, khususnya di Asia, bukan hanya sekadar sumber karbohidrat.
Lebih dari itu, beras adalah bagian tak terpisahkan dari budaya, tradisi, dan bahkan perekonomian banyak negara.
Dari sawah yang menghijau hingga meja makan, beras melalui perjalanan panjang dan memiliki nilai yang jauh lebih dalam.
Beras berasal dari tanaman padi (Oryza sativa) yang dibudidayakan dengan berbagai metode, mulai dari sistem tadah hujan tradisional hingga irigasi modern.
Proses penanaman padi membutuhkan ketelitian dan perawatan intensif, mencerminkan kearifan lokal dan hubungan erat antara manusia dan alam.
Panen padi menjadi momen penting, dirayakan dengan berbagai ritual dan festival sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi. Keragaman beras sangatlah kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang