Suara.com - Brand tas mewah Prancis Hermes bakal menaikan harga produknya. Hal ini mengimbangi dampak tarif impor 10 persen yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Terkenal dengan tas tangan Birkin, syal sutra, dan barang-barang dari kulit, kenaikan tersebut akan berlaku pada tanggal 1 Mei.
Keputusan itu diumumkan oleh kepala keuangan grup tersebut, Eric Halgouet. Dia mengatakan masih merahasikan berapa banyak harga yang akan dinaikkan. Namun, kenaikan harga ini langkah untuk mengimbangi dampak tarif. "Ini akan menjadi kenaikan harga pelengkap yang saat ini sedang kami selesaikan, tetapi yang akan memungkinkan kami untuk menetralkan dampak ini," katanya kepada wartawan selama presentasi pendapatan triwulanan dilansir Japan Today, Sabtu (19/4/2025).
Hermes, yang juga dikenal dengan logo "H" pada ikat pinggang dan barang-barang lainnya, biasanya menaikkan harga setahun sekali dan telah mengumumkan kenaikan di seluruh dunia antara enam dan tujuh persen pada awal tahun 2025.
Hermes menyalip saingannya dari Prancis LVMH sebagai grup mewah paling berharga di dunia minggu ini setelah harga saham pembuat Louis Vuitton itu anjlok karena pendapatan yang mengecewakan. Perusahaan juga membukukan penjualan global sebesar 4,7 miliar dollar AS pada kuartal pertama tahun 2025, meningkat 8,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Penjualan di kawasan Amerika melonjak 13,3 persen menjadi 695 juta euro, dengan pertumbuhan dua digit di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Brasil, kata Halgouet. Namun, penjualan di AS terganggu oleh kebakaran hutan di Los Angeles, yang memaksa penutupan dua toko selama beberapa hari, dan badai salju di negara bagian lain. Tentunya ini bisa berdampak pada penjualan dari tas Hermes.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memulai perang dagang dengan mengenakan tarif di seluruh dunia bakal membuat masyarakat AS hingga dunia harus siap dengan kenaikan harga. Lonjakan harga ini bakal terjadi pada sektor beberapa kebutuhan sekunder maupun primer.
Salah satunya adalah kopi. Hampir semua kopi yang dikonsumsi di AS berasal dari luar negeri, yang berarti bahwa secangkir kopi pagi, baik yang diseduh di rumah atau di toko favorit, akan segera menjadi beban yang lebih besar bagi dompet orang Amerika.
Makanan impor lain yang ditemukan di meja dapur di banyak dapur AS dapat mengalami nasib yang sama, terutama yang berasal dari negara-negara Uni Eropa, yang semuanya akan dikenakan tarif 20%. Harga bahan pokok seperti minyak zaitun, yang sebagian besar diimpor dari Italia, Spanyol, dan Yunani, dapat naik lebih lanjut.
Lalu, menurut Departemen Pertanian AS (USDA) bahwa buah juga mengalami kenaikan harga. Sebab, AS mengimpor buah dan sayur segar yang dikonsumsi setiap tahun dalam jumlah yang terus bertambah. Serta, barang elektronik juga mengalami kenaikan harga. Konsumen juga akan dikenakan tarif tinggi bulan ini, mengingat banyaknya produk yang diproduksi atau dirakit di India dan China.
Baca Juga: Jadi Buronan, OJK Paksa Pulangkan CEO Investree yang Kabur ke Luar Negeri
Meskipun ada upaya untuk memperluas rantai pasokannya, Apple masih memproduksi sebagian besar iPhone-nya di China, melalui pemasok Foxconn, di mana ekspor perangkat keras akan dikenakan tarif sebesar 54 persen mulai 9 April.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono telah membahas cara-cara untuk "memperdalam kerja sama pertahanan dan keamanan" dan berunding tentang tarif timbal balik Trump.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Rubio "menyambut baik upaya Indonesia untuk memperkenalkan reformasi ekonomi menuju hubungan perdagangan yang adil dan seimbang".
Indonesia dikenai tarif sebesar 32% berdasarkan pengumuman Trump minggu lalu. Tarif tersebut telah ditangguhkan selama 90 hari sambil menunggu pembicaraan dengan masing-masing negara. Sebelum pertemuan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan para pejabat akan mengusulkan peningkatan impor minyak mentah dan gas bumi dari AS.
Berita Terkait
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T
-
BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya