Suara.com - Transformasi digital di sektor pemerintahan daerah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era modern saat ini. Terlebih, digitalisasi pada layanan perbankan di Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Hal ini kembali ditegaskan dalam Seminar Nasional bertajuk “Implementasi Elektronifikasi Transaksi Melalui Aplikasi Sistem Pembayaran dalam Mendukung Program Pemerintah Daerah: Kerja Sama BPD Melalui SIPD-RI dan Siskeudes-Link” yang digelar oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama Bank Papua di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura.
Direktur Utama Bank Papua Yuliana D. Yembise menegaskan pentingnya digitalisasi di sektor keuangan daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
"Di era digital saat ini, implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sudah menjadi keharusan. Digitalisasi keuangan daerah untuk mewujudkan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, efisien, dan cepat," ujarnya seperti dikutip, Jumat (25/3/2025).
Lebih dari sekadar penyedia layanan keuangan, Yembise menekankan bahwa BPD harus menjadi mitra aktif dalam proses transformasi digital.
"Di sini peran BPD sangat strategis. Tak hanya penyedia layanan keuangan, tapi jadi mitra aktif pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital. Melalui kolaborasi yang solid antara seluruh stakeholders, diyakini dapat mendorong transformasi digital di sektor publik lebih merata dan berkelanjutan," imbuh dia.
Semangat kolaboratif ini juga dikuatkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Asbanda, Busrul Iman. Ia menyampaikan komitmen seluruh BPD di Indonesia untuk mendukung implementasi elektronifikasi keuangan pemerintah daerah.
Baru-baru ini, Asbanda bahkan telah menandatangani kerja sama strategis dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait peluncuran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara daring melalui aplikasi SIPD-RI dan program Siskeudes-Link.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni menekankan pentingnya kolaborasi lanjutan antara Kemendagri dan BPD dalam penerapan layanan digital.
Baca Juga: Gandeng UHN, BTN Kembangkan SDM dan Beri Layanan Perbankan
"Peran BPD perlu dipacu ikut bersama menjalankan program pemerintah. Terutama dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah," beber dia.
Menurut Fatoni, penerapan SIPD-RI sangat membantu dalam pengambilan keputusan dan monitoring keuangan secara real time. Akses terhadap data keuangan yang terintegrasi secara nasional menjadi landasan penting dalam penguatan sistem fiskal daerah.
Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Daerah, Badan Layanan Umum Daerah, dan Barang Milik Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Yudia Ramli menyoroti peran vital BPD sebagai agen pembangunan ekonomi daerah. Ia mengungkapkan bahwa penguatan dan pengembangan BPD menjadi sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan saat ini.
"Dibutuhkan penguatan dan pengembangan BPD dalam menjawab berbagai tantangan saat ini. Salah upayanya melakukan optimalisasi pembiayaan ekonomi daerah, meningkatkan akses keuangan daerah, hingga transformasi digital," katanya.
Selain kerja sama SIPD-RI dan Siskeudes, pihaknya juga mendorong kemitraan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Transformasi digital yang dilakukan BPD kini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layanan perbankan yang semula hanya tersedia secara konvensional, kini telah bergeser ke layanan digital yang lebih cepat dan efisien.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Presiden Prabowo Disebut Minta Febrie Adriansyah Ditangkap, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker
-
Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade