Suara.com - Saham Estée Lauder anjlok sekitar 5 persen setelah produsen produk kecantikan tersebut memperingatkan akan kehilangan laba setahun penuh.
Hal ini tentunya akan berpengaruh pada pemangkasan karyawan.
Perusahaan pun telah menyetujui 3.200 pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hal ini berdasarkan rencana restrukturisasi yang diumumkan sebelumnya.
Adapun, Estée Lauder mengatakan telah menyetujui 3.200 PHK per 13 Agustus, dengan pesangon dan biaya lainnya sebesar 747 juta dolar AS.
Sehingga, jumlah total PHK dapat mewakili hingga sekitar 12 persen dari tenaga kerja perusahaan.
"Saya telah mengatakannya berkali-kali, ini adalah transformasi organisasi terbesar yang telah kami lakukan dalam sejarah kami,. Budaya terus berkembang dan berubah, tetapi kami benar-benar mendorong ambisi dan akuntabilitas," kata Kepala Eksekutif Stéphane de La Faverie dilansir dari Market Watch, Kamis (21/8/2025).
Secara keseluruhan, perusahaan memperkirakan restrukturisasi dan perubahan lainnya berkisar antara 1,2 miliar dolar AS hingga 1,6 miliar dolar AS untuk biaya karyawan.
Lalu, biaya terkait aset, pemutusan kontrak, dan lainnya.
Baca Juga: 3.000 Ribu Pekerja Airbus Mogok Kerja, Minta Naik Gaji
Restrukturisasi ini akan menghasilkan penghematan biaya tahunan sebesar 800 juta dolar AS hingga 1 miliar dolar AS untuk meningkatkan margin operasional.
Serta mendorong investasi ulang di area yang berhadapan langsung dengan konsumen guna mendorong pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan.
Ke depannya, Estée Lauder mengatakan pihaknya memperkirakan sekitar 100 juta dolar AS mengenai hambatan terkait tarif akan memengaruhi profitabilitas tahun fiskal 2026.
Nantinya, bakal mempertimbangkan potensi kenaikan harga.
Selain itu, perusahaan menyatakan, telah memutuskan untuk mengurangi eksposurnya terhadap aktivitas pengecer.
Pasalnya, hal ini juga berdampak pada pendapatan.
Berita Terkait
-
Dirut Food Station Kirim Surat Resign usai Tersangka Kasus Beras Oplosan, Pramono Respek
-
Stres Pikirkan Nasib Ratusan Karyawan Usai Toko Kue Lumiere Tutup, Ashanty sampai ke Psikiater
-
Viral Video Karyawan Matahari Ucapkan Selamat Tinggal di Gerai yang Tutup
-
Dirut BUMD Pangan DKI Jadi Tersangka Kasus Beras dan TPPU, Kenapa Tak Ditahan? Ini Jawaban Polri
-
Bos Food Station Tjipinang Jadi Tersangka! Beras Oplosan Terbongkar, Ancaman Hukuman Fantastis!
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 9.100 pada Awal Perdagangan Selasa
-
OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok
-
Rekomendasi Saham dan Ide Trading IHSG Hari Ini Menurut Para Analis
-
Keponakan Prabowo Isi Posisi Calon Deputi Gubernur BI, Juda Agung Udah Resign Sejak 13 Januari
-
Harga Emas Melonjak Drastis di Pegadaian, Kenaikan Cukup Besar!
-
Kode SWIFT BCA Terbaru 2026 untuk Transaksi Internasional
-
BUMN Energi Bidik Zero Fatality, Standar Jam Kerja Jadi Sorotan Utama
-
Tekan Biaya Logistik Nasional, IPC TPK Perkuat Digitalisasi dan Konsep Hub & Spoke
-
LHKPN Bupati Pati, Sudewo yang Kena OTT KPK: Asetnya Tersebar dari Jabar Sampai Jatim
-
CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026