- Insiden keamanan pangan harus menjadi alarm evaluasi untuk memastikan tujuannya yang mulia.
- 77 persen responden menilai program ini bermanfaat, menegaskan bahwa solusi bukan menghentikannya.
- MBG memerlukan koordinasi orkestral antara pemerintah, ahli, dan masyarakat.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan sejak Januari 2025 dengan misi mulia memberantas stunting di Indonesia, kini menghadapi ujian serius.
Meskipun disambut positif oleh mayoritas masyarakat, serangkaian insiden keamanan pangan yang terjadi di beberapa daerah, dan berdampak pada ribuan penerima manfaat, memicu seruan agar program ini dievaluasi total.
Namun, para pakar menyerukan agar program ini tidak dihentikan, melainkan diperbaiki secara fundamental.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.Trop Paed, menegaskan bahwa Program MBG harus tetap dilanjutkan.
"Saya setuju dengan program ini dan tetap harus dilanjutkan, karena tujuannya mulia. Basis angka kekurangan gizi di Indonesia juga ada. Namun dalam pelaksanaanya tidak boleh dilakukan secara sembarangan," tegas Prof. Hinky, Rabu (8/10/2025).
Ia menekankan bahwa insiden keamanan pangan menuntut evaluasi serius, bukan penghentian program. Prof. Hinky, yang memiliki pengalaman puluhan tahun sejak program serupa bernama Pemberian Makanan Tambahan pada 1981, menyerukan agar MBG dilakukan secara profesional.
"Program besar ini harus dilakukan secara profesional. Food safety (asas keamanan pangan) perlu perhatian. Semua elemen masyarakat pada dasarnya siap membantu,” tambahnya.
Dukungan terhadap keberlanjutan program ini diperkuat oleh hasil survei dari Indonesian Social Survey (ISS) pada Agustus lalu. Sebanyak 77 persen dari 2.200 responden di seluruh Indonesia menilai program MBG bermanfaat bagi penerima.
Direktur Penelitian ISS, Kadek Dwita, menambahkan bahwa agar manfaatnya optimal, MBG harus dilakukan secara konsisten dan terhubung dengan kebijakan lain yang mendukung ekonomi keluarga.
Baca Juga: Begini Nasib Anggaran MBG yang Bakal Ditarik Menkeu Purbaya Jika Tak Terserap
Program ini bahkan sudah menjangkau daerah paling terpencil (3T). Di Papua Tengah, misalnya, MBG tidak hanya menargetkan siswa, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Hingga Agustus 2025, tercatat 101 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di wilayah tersebut.
Untuk memastikan MBG mencapai tujuannya sebagai investasi masa depan anak-anak Indonesia, para ahli menyoroti perlunya penguatan komunikasi, evaluasi, dan monitoring.
"Kalau masyarakat kita makin sejahtera itu berarti indikatornya (program MBG) berhasil. Tapi tidak bisa instan. BGN harusnya bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, ahli, dan lapisan masyarakat, sehingga ada koordinasi. Perlu transparansi dan komunikasi yang lebih baik di lintas sektor," tutup Prof. Hinky.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!
-
Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'
-
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis
-
Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop
-
Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat
-
Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta
-
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
-
4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari
-
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS