Suara.com - Harga saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terus menyajikan drama ekstrem di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah mencatatkan kenaikan fantastis hingga ribuan persen dalam kurun waktu singkat, saham emiten properti ini kini terperosok dalam jurang Auto Rejection Bawah (ARB) selama dua hari berturut-turut.
Volatilitas super tinggi ini dipicu oleh dua faktor kontradiktif: keputusan regulator yang menguntungkan dan serangkaian rumor akuisisi bombastis.
Pada penutupan perdagangan Senin (13/10/2025), saham DADA ambruk 14,47% atau batas maksimal ARB, menetap di level Rp130 per unit.
Nilai transaksi hari itu tercatat mencapai Rp13,63 miliar. Kondisi ini diperburuk dengan adanya antrean jual (di kolom offer) yang mencapai 6,93 juta lot, atau setara dengan nilai Rp90,12 miliar, menandakan derasnya tekanan jual yang belum terserap oleh pasar. Kapitalisasi pasar (market cap) DADA saat ini berada di angka Rp966 miliar.
Katalis Utama: Bebas dari Jerat Papan Pemantauan Khusus
Aksi jual masif yang terjadi saat ini merupakan koreksi tajam setelah DADA sempat mencapai puncak harga di level Rp240 per unit pada Jumat (10/10) pekan lalu.
Puncak euforia tersebut terjadi tak lama setelah BEI mengumumkan pencabutan status DADA dari Papan Pemantauan Khusus atau skema Full Call Auction (FCA).
Sebelumnya, DADA terperangkap di papan FCA selama berbulan-bulan akibat dua kondisi fundamental yang mengkhawatirkan: harga rata-rata sahamnya yang bertahan di bawah Rp51 dan likuiditas yang sangat rendah (nilai transaksi harian rata-rata di bawah Rp5 juta).
Saham DADA bahkan sempat terpuruk hingga menyentuh Rp4 per unit pada Maret-April 2024. Keluarnya DADA dari papan pengawasan ini mengembalikan kepercayaan pasar terhadap likuiditasnya dan memicu rally yang membuat kinerja saham DADA meroket hingga 1.528% sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: IHSG Terus Menguat di Sesi Pertama, Perdamaian Israel-Hamas Jadi Katalis?
Rumor Akuisisi Raksasa Memicu Lonjakan Harga Gila
Lonjakan harga yang mendahului ARB dipicu oleh spekulasi pasar yang kencang berhembus. Rumor paling panas menyebutkan adanya ketertarikan dari investor global sekelas The Vanguard Group dari Amerika Serikat (AS) untuk menanamkan modal di DADA.
Tidak hanya itu, muncul pula kabar burung mengenai rencana akuisisi strategis atau backdoor listing oleh perusahaan properti raksasa dari Jepang, seperti Mitsubishi Estate dan Kajima Corporation.
Kabar-kabar yang beredar di sejumlah media online ini, meskipun tidak berdasar, sukses memicu spekulasi liar, bahkan memproyeksikan harga saham DADA berpotensi melesat hingga Rp230.000 per saham jika akuisisi besar benar-benar terealisasi.
Lonjakan harga yang didorong spekulasi ini meningkatkan kewaspadaan para analis.
Mereka mengingatkan bahwa rally harga yang terlalu cepat dan tidak didukung oleh fakta material resmi dari perusahaan berisiko diikuti oleh koreksi yang sama besarnya, seperti yang terlihat dalam dua hari terakhir.
Berita Terkait
-
Sempat ke Level Tertinggi, IHSG Akhirnya Meloyo Karena Sentimen AS-China
-
Akuisisi Tambang di Australia, Begini Nasib Saham Bumi Resources (BUMI)
-
Proyek Rp65 Triliun Aguan Mendadak Kehilangan Status Strategis, Saham PANI Anjlok 1.100 Poin
-
Jaya Real Property (JRPT) Siapkan Dana Rp 100 Miliar untuk Buyback Saham
-
IHSG Menguat Tipis di Sesi I, Tarif Trump ke China Jadi Pemicu
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM