- Bursa Asia terpukul di awal pekan akibat kekhawatiran perang dagang AS-China, mencerminkan kerugian Wall Street pada Jumat lalu.
- Pasar global berbalik cerah setelah Presiden Donald Trump melunak soal ancaman tarif, memicu rally signifikan di Wall Street (Dow Jones melonjak 1,29%; Nasdaq 2,21%).
- Investor kini menanti laporan keuangan Q3 bank-bank besar AS.
Suara.com - Pasar saham global menunjukkan kontras yang tajam di awal pekan perdagangan. Setelah mengalami tekanan signifikan akibat ancaman kebijakan dagang dari Amerika Serikat (AS), bursa saham Asia dibuka melemah tajam, sebelum sentimen pasar berbalik positif menyusul sinyal perdamaian dari Gedung Putih.
Pada perdagangan awal pekan Senin (13/10), bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak di zona merah.
Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap komentar keras Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan sebelumnya mengenai potensi pengenaan tarif baru yang besar terhadap China.
Di antara indeks utama Asia, tekanan terlihat jelas. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,72%, ASX 200 Australia melemah 0,84%, Hang Seng Hong Kong anjlok 1,52%, dan Taiex Taiwan turun 1,39%.
Sementara itu, Straits Times Singapura turun 0,84% dan FTSE Malaysia melemah 0,44%.
Investor di kawasan Asia tampak berhati-hati dan memilih menunggu kejelasan terkait eskalasi perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut, yang pada Jumat lalu telah memicu aksi jual global, menghapus nilai pasar lebih dari US$2 triliun.
Wall Street Melesat Tajam Usai Trump Melunak
Namun, keadaan berbalik drastis di malam hari waktu Indonesia. Indeks-indeks saham utama Wall Street melonjak tajam pada perdagangan Senin (13/10) menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang melunak terkait kebijakan dagang terhadap China.
Pernyataan Trump di media sosial Truth Social pada Minggu (12/10) memberikan sinyal bahwa ia mungkin tidak akan melanjutkan ancaman untuk memberlakukan 'kenaikan besar tarif' terhadap China.
Baca Juga: IHSG Merah di Awal Sesi, Analis Prediksi Bearish di Tengah Ketegangan AS-China
Trump menulis, "Jangan khawatir soal China, semuanya akan baik-baik saja! Presiden Xi adalah orang yang sangat dihormati, hanya sedang mengalami momen sulit. Ia tidak ingin ekonominya terpuruk, begitu juga saya. Amerika ingin membantu China, bukan menyakitinya."
Pernyataan yang menenangkan pasar ini berhasil memulihkan sebagian besar kerugian besar pada akhir pekan lalu. Indeks utama AS ditutup menguat signifikan:
- Dow Jones Industrial Average melonjak 1,29%.
- S&P 500 naik 1,56%.
- Nasdaq Composite melesat 2,21%.
Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham teknologi. Saham Broadcom memimpin rally dengan kenaikan hampir 10% setelah mengumumkan kemitraan resmi dengan OpenAI. Saham Oracle menguat lebih dari 5%, sementara Nvidia naik hampir 3%.
Fokus Pasar Selanjutnya: Musim Laporan Keuangan Q3
Pasar kini telah mengalihkan fokus dari kekhawatiran perang dagang menuju musim laporan keuangan Kuartal III (Q3) yang dimulai pekan ini.
Sejumlah bank besar AS dijadwalkan merilis kinerjanya pada Selasa dan Rabu, termasuk Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley. Kinerja sektor keuangan ini akan menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi AS secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS