-
Mandatori E10 akan diterapkan untuk BBM non-PSO dan kendaraan keluaran tahun 2000 ke atas.
-
Pemerintah masih melakukan uji coba untuk memastikan kompatibilitas etanol dengan mesin kendaraan.
-
Mandatori E10 ditargetkan mulai berlaku pada 2028 untuk kurangi impor BBM dan emisi
Suara.com - Kementerian ESDM menjawab kekhawatiran masyarakat terkait rencana penerapan mandatori E10.
Dalam beberapa isu, masyarakat khawatir penggunaan etanol di kawasan tropis seperti Indonesia dapat mempengaruhi kinerja mesin kendaraan.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan apakah pencampuran etanol dalam BBM sudah kompatibel dengan seluruh merek kendaraan di Indonesia, khususnya kendaraan dengan mesin tua.
Menjawab sejumlah kekhawatiran itu Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, nantinya saat mandatori E10 diberlakukan hanya diperuntukan untuk BBM non-Public Service Obligation (PSO).
"Pertama, bioetanol itu diterapkan di non-PSO. Bukan PSO. Nah, non-PSO penggunanya itu rata-rata kan lebih tinggi. Dan keluaran mesinnya sudah lebih dari tahun 2000. Mesinnya di atas 2000 itu sudah adaptif terhadap bioetanol sampai dengan 20 persen. Jadi sudah bisa," jelas Eniya kepada wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip pada Rabu (15/10/2025).
Kemudian BBM dengan kandungan etanol hanya akan didistribusikan ke kawasan non-PSO.
Eniya mengungkap bahwa sejauh ini mandatori E10 masih dalam proses uji coba.
Salah satunya, penggunaan etanol dengan kadar 5 persen di produk BBM Pertamina Pertamax Green.
Selain itu, Kementerian ESDM juga akan menggandeng industri otomotif dalam proses uji coba E10 guna memastikan kecocokan dengan jenis mesin kendaraan di Indonesia.
Baca Juga: Bikin Geger! Gunung Lawu Dilelang jadi Proyek Geothermal, ESDM: Sudah Kami Keluarkan!
"Jadi pengujiannya menyeluruh, statistiknya mesin-mesin seperti apa, korosif atau nggak, filternya diganti berapa, atau karetnya seperti apa, ini nanti akan persis seperti (uji) biodiesel,” kata Eniya.
Seiring dengan uji coba yang masih berlangsung, Eniya menyebut, mandatori E10 ditarget mulai diberlakukan dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
"Dua-tiga tahun ke depan, sekitar 2028,” kata Eniya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah sedang menggodok regulasi mandatori E10.
Bahlil menyebut mandatori E10 telah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto.
Dengan diberlakukannya mandatori E10 diharapkan dapat menekan impor BBM jenis bensin.
"Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar tidak kita import banyak. Dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan," kata Bahlil pada Selasa 7 Oktober lalu.
Berita Terkait
-
Senda Gurau Bahlil Singgung Selalu Viral di Media Sosial
-
Kejar Amerika soal Listrik Panas Bumi, Bahlil Targetkan 500 MW Terpasang di 2027
-
Bahlil Akui Bahas Tambang dengan Muhammadiyah: Sedikit Saja
-
Kementerian ESDM Tunggu Hasil Audit Sebelum Tindak Lanjuti Insiden GBC
-
Indonesia Tambah Kepemilikan Saham Freeport, Bayar atau Gratis?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek