- Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan mundur dari kebijakan hilirisasi karena dianggap penting bagi kedaulatan ekonomi Indonesia.
- Program hilirisasi terbukti meningkatkan nilai tambah dan produksi emas nasional melalui perusahaan seperti Freeport dan Amman Mineral.
- Meski mendapat penolakan dari sejumlah pihak, Bahlil menilai hilirisasi harus diteruskan untuk membuka lapangan kerja dan menghentikan pola ekspor mentah seperti era VOC
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, banyak pihak yang terganggu dengan program hilirisasi sektor pertambangan.
Dia pun menegaskan tidak akan pernah mundur dari kebijakan itu.
Sejauh ini, menurut Bahlil, program hilirisasi minerba telah berdampak positif terhadap perekonomian.
Dia mencontohkan PT Freeport Indonesia yang mampu memproduksi emas sebanyak 50-60 ton per tahun dari 3 juta konsentrat.
Sementara dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), mampu menghasilkan 18-20 ton emas dari 900 ribu sampai 1 juta konsentrat.
"Dulunya ini enggak ada, inilah kekayaan kita yang harus kita kelola secara baik," kata Bahlil.
Kini pemerintah sedang mendorong hilirisasi bauksit.
Ke depan mineral tersebut tidak akan diekspor dalam bentuk barang mentah, melain diolah terlebih dahulu sehingga memberi nilai tambah.
Namun, Bahlil menyebut sejumlah program hilirisasi diyakininya mendapat pertentangan dari sejumlah pihak.
Baca Juga: Nasib Kelangkaan Stok BBM SPBU Swasta Ditentukan Jumat Ini
Padahal kebijakan itu menurutnya salah satu kunci menciptakan lapangan pekerjaan.
"Dan percayalah Bapak-Ibu semua, ketika Indonesia mulai menuju kepada jalur yang sudah direncanakan dengan baik, pasti ada yang tidak nyaman. Baik dari kelompok luar, maupun mungkin ada kelompok dari dalam," ujar Bahlil.
Meski demikian, Bahlil menegaskannya dirinya tidak akan mundur, sebab kebijakan itu menyangkut kedaulatan bangsa.
Bahlil pun bercerita, sejak program hilirisasi diberlakukan, terdapat sejumlah pihak yang datang kepadanya, meminta agar kebijakan itu dibatalkan.
"Banyak yang datang lobby ke saya, agar membuka ekspor barang mentah. Saya katakan kalau begini terus, apa bedanya kita pada zaman VOC dengan sekarang," tegasnya.
Menurutnya, dengan membuka kembali keran ekspor barang mentah mineral, sama dengan sistem perdagangan yang pernah diberlakukan VOC di Indonesia sebelum kemerdekaan.
Berita Terkait
-
Indonesia-Singapura Godok Task Force untuk Realisasikan Ekspor Listrik dan CCS
-
Senda Gurau Bahlil Singgung Selalu Viral di Media Sosial
-
Kejar Amerika soal Listrik Panas Bumi, Bahlil Targetkan 500 MW Terpasang di 2027
-
Bahlil Akui Bahas Tambang dengan Muhammadiyah: Sedikit Saja
-
Kementerian ESDM Tunggu Hasil Audit Sebelum Tindak Lanjuti Insiden GBC
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros