- Saham emiten sawit PT Gonzo Plantations Tbk (GZCO) melonjak 24,68% kemarin, Kamis (16/10/2025), melanjutkan reli fantastis 306,19% dalam tiga bulan terakhir.
- Kenaikan tajam ini dipicu dua isu utama: klarifikasi resmi perseroan terkait dugaan lahan sawit di kawasan hutan.
- Ada rumor akuisisi strategis oleh PT Energi Melayani Negeri (EMN), perusahaan yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro.
Suara.com - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Gonzo Plantations Tbk (GZCO), kini menjadi primadona di lantai bursa, mencatatkan kenaikan harga saham yang fluktuatif.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025 kemarin, saham GZCO melonjak signifikan sebesar 24,68 persen, setara 78 poin, menutup hari di level 394 per saham.
Sementara saat ini, saham GZCO diperdagangkan dengan harga Rp402. Naik 2% dibandingkan pembukaan pasar.
Kinerja fantastis ini bukan lonjakan sesaat. Dalam sepekan, saham GZCO telah menguat 82,41 persen, dan yang paling menakjubkan, dalam tiga bulan terakhir, saham perseroan telah meroket hingga 306,19 persen dari harga 97 per saham.
Secara tahunan, lonjakan harga saham GZCO sudah mencapai 248,67 persen. Reli harga yang luar biasa ini didukung oleh dua katalis utama yang kini menjadi sorotan pelaku pasar.
1. Merespons Isu Legalitas Lahan di Kawasan Hutan
Katalis pertama adalah upaya proaktif perseroan dalam mengklarifikasi isu sensitif terkait dugaan kepemilikan lahan kelapa sawit yang masuk ke dalam kawasan hutan.
Sekretaris Perusahaan GZCO, Liviana, menjelaskan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), bahwa areal lahan sawit milik grup usahanya semula berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan izin yang sah.
Namun, akibat adanya perubahan regulasi dari pemerintah, sebagian lahan tersebut mengalami perubahan status dan kini masuk dalam kawasan hutan.
Baca Juga: Danantara Ungkap Alasan Enggan Siram Duit di Pasar Saham Indonesia
Liviana merinci, luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 650 hektare di Sumatra Selatan dan sekitar 550 hektare di Kalimantan Tengah.
Strategi konkret yang telah ditempuh GZCO adalah mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan melengkapi seluruh persyaratan administratif yang diminta.
Perseroan juga memastikan bahwa hingga saat ini, mereka belum menerima surat pemberitahuan tagihan atau sanksi administratif dari Satgas Penguatan Tata Kelola Hutan (PKH) atau Kejaksaan Agung.
2. Rumor Akuisisi Strategis oleh Grup Happy Hapsoro
Katalis kedua yang lebih kuat mendorong harga saham GZCO adalah beredarnya kabar mengenai rencana akuisisi signifikan oleh PT Energi Melayani Negeri (EMN).
EMN, sebuah perusahaan yang terafiliasi kuat dengan pengusaha Happy Hapsoro—suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani—disebut-sebut akan mengambil alih sekitar 50% saham GZCO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu
-
90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh