- Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) langsung melesat 4,44% di awal perdagangan Selasa (20/10/2025) setelah mengumumkan rencana buyback saham.
- Buyback saham dengan nilai maksimum Rp5 triliun.
- Aksi korporasi yang bertujuan menstabilkan harga saham ini akan berlangsung hingga Januari 2026 dan didukung oleh kinerja Kuartal III 2025 yang positif.
Suara.com - Awal sesi perdagangan hari Selasa (20/10/2025) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan lonjakan signifikan pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menyusul pengumuman perseroan mengenai rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana maksimal Rp5 triliun.
Pada sekitar pukul 09.06 WIB, saham BCA berada di posisi Rp8.225, mencatatkan penguatan sebesar 4,44%. Aktivitas perdagangan saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini sangat ramai.
Sementara, saat artikel berita ini ditulis, saham BBCA berada di ksiaran harga 8.225.
Tercatat, sebanyak 75,62 juta saham BBCA telah berpindah tangan melalui 13.365 kali frekuensi transaksi, dengan nilai transaksi yang sudah menembus Rp621,92 miliar.
Dikutip via RTI, saham BBCA menjadi primadona dengan membukukan net buy (pembelian bersih) mencapai Rp79,1 miliar, nilai tertinggi di antara saham-saham lainnya.
Rincian Buyback dan Isu IPO Blu
Rencana buyback saham ini dilakukan BCA dalam rangka mendukung stabilitas harga saham perseroan di BEI.
Pembelian kembali akan dilakukan pada harga yang dianggap wajar, dengan harga maksimum buyback ditetapkan sebesar Rp9.200.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa periode shares buyback ini akan berlangsung sejak 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026.
Baca Juga: IHSG Tembus Rekor 8.000, Presiden Prabowo: Ini di Luar Dugaan
Periode ini merupakan waktu maksimum selama tiga bulan terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi (20 Oktober 2025), kecuali jika perseroan memutuskan untuk mengakhirinya lebih cepat, dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hera juga memastikan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan dan operasional perseroan, sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan BCA.
Rencana buyback ini didukung oleh kinerja fundamental BCA yang tetap solid. Pada Kuartal III-2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih yang tumbuh 5,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp43,4 triliun, meningkat dari Rp41,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, adanya isu IPO BLu juga mendorong isu positif meski hal ini tidak dikonfirmasi kebenarannya.
Pertumbuhan kredit BCA juga mencapai 7,6% (yoy) menjadi Rp944 triliun, ditopang oleh ekspansi kredit berkualitas tinggi.
Kualitas pinjaman perseroan terjaga, ditunjukkan dengan rasio Loan At Risk (LAR) yang membaik menjadi 5,5% (dari 6,1% tahun sebelumnya). Rasio Non Performing Loan (NPL) juga terkendali di level 2,1%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
UNTR Siapkan Dana Buyback Rp2 Triliun Pasca Pelemahan Harga Saham
-
Jadwal Bansos PKH Tahap 1 2026 Cair Januari atau Februari? Cek Info Terbarunya
-
Dana Hibah dari APBN untuk Keraton Solo Diduga Masuk Rekening Pribadi
-
Kuota Impor Sapi Swasta Dipangkas Drastis, Pemerintah Janji Evaluasi Maret 2026
-
Tensi Greenland Mereda, Harga Minyak Dunia Menguat Tipis
-
Harga Pangan Nasional 22 Januari 2026 Turun Kompak, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Justru Naik
-
Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
-
Murka Purbaya ke Perusahaan China Pengemplang Pajak: Puluhan Tahun Kita Dihina dan Diremehkan
-
Kemnaker Buka-bukaan Data PHK 2025, Jabar Paling Tinggi: 18.815 Pekerja Terdampak
-
OJK Kembalikan Dana Korban Scam, Nilainya Tembus Rp161 Miliar