-
Harga emas Antam naik Rp 33.000, dibanderol Rp 2.354.000 per gram.
-
Harga buyback emas Antam juga melonjak Rp 30.000 hari ini.
-
Emas dunia menguat didorong meningkatnya risiko geopolitik global.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.354.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, berbalik melonjak Rp 33.000 dibandingkan hari Kamis, 23 Oktober 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.219.000 per gram.
Harga buyback itu juga bangkit meloncat Rp 30.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.227.500
- Emas 1 Gram Rp 2.354.000
- Emas 2 gram Rp 4.648.000
- Emas 3 gram Rp 6.947.000
- Emas 5 gram Rp 11.545.000
- Emas 10 gram Rp 23.045.000
- Emas 25 gram Rp 57.462.000
- Emas 50 gram Rp 114.845.000
- Emas 100 gram Rp 229.612.000
- Emas 250 gram Rp 573.765.000
- Emas 500 gram Rp 1.147.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.294.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (24/10/2025), setelah dua sesi berturut-turut melemah. Kenaikan harga logam mulia ini terjadi seiring meningkatnya risiko geopolitik dan kewaspadaan investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi acuan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 1 persen menjadi USD 4.132,76 per ons hingga pukul 01.49 siang waktu AS, setelah sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua minggu pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Buat Investor Panas Dingin
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 2 persen lebih tinggi di USD 4.145,60 per ons.
Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat anjlok tajam awal pekan ini, meski pada Senin (20/10/2025) logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi di USD 4.381,21 per ons, sebelum mencatat penurunan harian terbesar dalam lima tahun terakhir pada sesi berikutnya.
"Semua faktor fundamental yang mendorong emas menguat tahun ini masih sangat relevan. Ada aksi beli oportunistik saat harga sedang turun dan sedikit peningkatan ketegangan perdagangan serta geopolitik yang mendorong penawaran beli hari ini," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus ahli strategi logam senior di Zaner Metals, dikutip dari Reuters.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 57 persen, ditopang oleh ketegangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara.
Salah satu pemicu kekhawatiran pasar adalah langkah Presiden AS Donald Trump yang pada Rabu (23/10/2025) memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia terkait konflik Ukraina, menargetkan perusahaan minyak besar seperti Lukoil dan Rosneft.
Selain itu, Washington juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke China, sebagai respons terhadap langkah Beijing yang membatasi ekspor tanah jarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya