- Kesadaran akan ancaman biosecurity dan biosafety yang semakin kompleks mendominasi simposium internasional di Jakarta.
- Forum yang bertema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services ini menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar sistem kesehatan nasional siap menghadapi ancaman biologis.
- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti urgensi sinergi antara Kemenkes dan Kemenhan. Ia menekankan bahwa kesiapan laboratorium dan sistem kewaspadaan nasional harus dipercepat.
Suara.com - Kesadaran akan ancaman biosecurity dan biosafety yang semakin kompleks mendominasi simposium internasional di Jakarta. 2nd International Military Medicine (IMEDIC) Symposium and Workshop, yang digelar di Aston Kartika Grogol, Rabu (22/10/2025), menjadi panggung bagi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan untuk menyatukan kekuatan.
Forum yang bertema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services ini menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar sistem kesehatan nasional siap menghadapi ancaman biologis dan mengembangkan obat inovatif.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti urgensi sinergi antara Kemenkes dan Kemenhan. Ia menekankan bahwa kesiapan laboratorium dan sistem kewaspadaan nasional harus dipercepat.
“Teknologi rapid test dan biologi molekuler harus dikuasai, infrastrukturnya dipenuhi, dan tersebar merata agar deteksi dini berjalan cepat,” ujar Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi mendorong langkah-langkah out of the box untuk pencegahan ancaman lintas batas, termasuk penguatan jaringan laboratorium terintegrasi.
"Kalau perlu kita siapkan proxy di luar negeri agar pencegahan ancaman biosecurity dan biosafety dapat dilakukan lebih dini.” kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.
Fokus utama adalah kesiapsiagaan dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), penjaminan mutu, hingga tata kelola data yang terintegrasi.
Sejalan dengan Menkes, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menegaskan bahwa biosecurity adalah unsur integral dari sistem pertahanan kesehatan. Ia menekankan peran IMEDIC sebagai platform kolaborasi multidisiplin, baik di tingkat domestik maupun global.
“Melalui forum IMEDIC, kami berharap lahir gagasan, kemitraan, dan solusi nyata yang memperkuat sistem biosecurity dan biosafety Indonesia serta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan militer menghadapi ancaman biologis di masa depan,” kata Donny.
Baca Juga: Jokowi Klaim Proyek Whoosh Investasi Sosial, Tapi Dinikmati Kelas Atas
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week
-
SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global