Suara.com - Ibadah haji dan umrah adalah panggilan suci yang diidam-idamkan umat Muslim. Namun, perencanaan yang matang, terutama soal biaya, sangat penting.
Untuk Anda yang berencana menunaikan ibadah pada tahun 2026, berikut adalah rincian perkiraan biaya haji yang diusulkan pemerintah dan estimasi fleksibel untuk umrah mandiri.
Estimasi Biaya Haji 2026
Pemerintah telah mengajukan usulan biaya untuk Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026. Angka ini mungkin terdengar besar, tetapi perlu dipahami bahwa total biaya tersebut tidak seluruhnya dibebankan kepada jemaah.
Total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang Diusulkan: Angka yang diusulkan adalah Rp 88.409.365 per jemaah. Ini adalah total biaya operasional haji per orang, mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, dan layanan lainnya di Tanah Suci dan Tanah Air.
Biaya yang Dibayarkan Calon Jemaah (Bipih): Calon jemaah haji hanya akan membayar sebagian dari total BPIH, yang disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yaitu sebesar Rp 54.924.000 per jemaah.
Lalu, dari mana sisanya? Selisih antara total BPIH dan Bipih ditutup dari dana yang dikenal sebagai Nilai Manfaat yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Ini bisa dianggap sebagai subsidi, di mana jemaah mendapatkan keringanan biaya dari hasil investasi dana haji yang dikumpulkan. Dengan demikian, meskipun total BPIH tinggi, porsi yang harus disiapkan jemaah tetap lebih ringan.
Perkiraan Biaya Umrah Mandiri 2026: Lebih Fleksibel Sesuai Kantong
Baca Juga: Usut Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Uang Asing dari Biro Travel
Berbeda dengan haji yang biayanya terpusat dan diatur pemerintah, biaya umrah lebih fleksibel dan sangat tergantung pada pilihan paket yang ditawarkan oleh Travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Istilah "Umrah Mandiri" merujuk pada paket yang dipilih sendiri, bukan paket subsidi atau reguler yang terpusat. Perkiraan biayanya bervariasi, mulai dari sekitar Rp 25 juta hingga Rp 40 juta ke atas.
Berikut adalah perkiraan kasar berdasarkan jenis paket yang biasanya tersedia:
1. Paket Hemat/Ekonomi
- Perkiraan Biaya: Mulai dari sekitar Rp 27.000.000 - Rp 32.000.000.
- Fasilitas: Bersifat standar. Anda mungkin akan menginap di hotel Bintang 3 yang jaraknya cukup jauh dari Masjidil Haram/Nabawi. Penerbangan yang digunakan umumnya adalah maskapai dengan satu atau lebih kali transit (penerbangan tidak langsung). Paket ini cocok untuk yang mengutamakan harga terjangkau.
2. Paket Reguler
- Perkiraan Biaya: Mulai dari sekitar Rp 32.000.000 - Rp 40.000.000.
- Fasilitas: Menawarkan keseimbangan antara harga dan kenyamanan. Akomodasi biasanya di hotel Bintang 4 yang lokasinya lebih strategis. Sering menggunakan penerbangan langsung (direct flight) atau maskapai dengan reputasi baik, membuat perjalanan lebih efisien.
3. Paket Premium/Eksekutif
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Purbaya Sebut Pihak BEI Temui MSCI Senin, Jamin Pemerintah Tak Ikut Intervensi
-
Seloroh Purbaya Minta Ditraktir Prabowo Jika Ekonomi RI Tembus 6 Persen
-
Rosan Roeslani Tegas Bantah: Tak Ada Rencana Rombak Direksi dan Komisaris Bank Himbara
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
-
Kampanye Judi Pasti Rugi Makin Masif, Transaksi Judol Anjlok 57 persen
-
Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah
-
Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?
-
Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI