- IHSG mengalami kemerosotan signifikan sebesar 0,65 persen pada Selasa, 18 November 2025, ditutup pada level 8.361 akibat sentimen global dan regional.
- Pelemahan nilai tukar Rupiah serta koreksi harga emas memicu aksi jual saham komoditas seiring rencana pengenaan bea ekspor.
- Secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah Death Cross dari area jenuh beli, dengan investor menunggu hasil RDG Bank Indonesia esok hari.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik merosot pada perdagangan Selasa, 18 November 2025. IHSG melemah 0,65 persen menuju level 8.361.
Phintraco Sekuritas dalm riset hariannya, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh koreksi indeks bursa global dan regional yang mendorong terjadinya profit taking.
"Selain itu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga menjadi faktor negatif," tulis Phintraco Sekuritas.
Beberapa saham terkait dengan komoditas emas masih melanjutkan koreksi akibat pelemahan harga emas dan rencana penerapan bea ekspor emas sebesar 7,5 persen - 15 persen di tahun 2026.
Investor akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI (19/11) yang menurut konsensus akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen.
Secara teknikal, indikator MACD berpotensi mengalami Death Cross sedangkan Stochastic RSI telah mengalami Death Cross di area overbought. IHSG ditutup di bawah level MA5.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 40,43 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,70 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,50 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 254 saham bergerak naik, sedangkan 427 saham mengalami penurunan, dan 275 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AKRA, BBNI, CBPE, CBUT, CPIN, CSIS, DSSA, KEEN, KONI, PACK, PGJO, PUDP.
Baca Juga: Himbara Ramai-ramai Buyback, DPR Nilai itu Aksi yang Wajar
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AADI, BLUE, BRPT, BYAN, INCO, ITMG, LIFE, MPRO, PANI, PGUN, POLU, PTRO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Regulasi Terlalu Restriktif Dinilai Berpotensi Picu PHK, Petani Tembakau Ikut Terdampak
-
6 Ruas Tol Ini Digratiskan Selama Mudik Lebaran 2026, Cek Daftarnya
-
Pengamat Ungkap 7 Poin Perjanjian Indonesia-AS Berpotensi Ancam Ekonomi Nasional
-
Daftar 6 Ruas Tol yang Dibuka Fungsional Selama Mudik Lebaran
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
-
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
-
Ratusan Saham Masih Belum Penuhi Ambang Batas Free Float IHSG
-
Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!