-
Status BPJS otomatis nonaktif setelah resign dan harus segera dialihkan ke peserta mandiri bila belum bekerja lagi.
-
Aktivasi ulang dapat dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN dengan mengubah segmen peserta menjadi Pekerja Mandiri.
-
Pengaktifan juga bisa dilakukan offline di kantor BPJS dengan membawa dokumen lengkap dan mengikuti proses verifikasi.
Suara.com - Terdapat beberapa hal yang harus diurus ketika seseorang memutuskan untuk mengundurkan diri (resign) dari sebuah kantor. Berikut penjelasan mengenai cara mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan setelah resign, baik melalui aplikasi atau pengurusan secara offline.
Banyak yang bertanya-tanya, setelah resign apakah status kepesertaan kita masih aktif? Jawabannya, tidak secara otomatis.
Jangan sampai baru sadar saat sedang butuh layanan kesehatan. Saat kamu masih bekerja, status kepesertaanmu adalah Pekerja Penerima Upah (PPU), di mana iuran dibayarkan perusahaan dengan potongan dari gaji.
Begitu kamu resign, perusahaan akan berhenti menyetorkan iuran, dan status BPJS Kesehatan kamu sebagai PPU akan menjadi nonaktif.
Namun, ini bukan berarti kartu kamu langsung hangus. Selama iuran terbayar, status tetap aman. Masalahnya muncul saat tidak ada lagi iuran yang masuk.
Lantas, apa yang harus dilakukan? Jika kamu belum mendapat pekerjaan baru, langkah wajibnya adalah segera beralih status menjadi peserta mandiri atau Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).
Dengan status ini, kamu bertanggung jawab membayar iuran setiap bulannya.
Namun, jika kamu langsung pindah ke perusahaan lain, biasanya perusahaan baru yang akan mendaftarkanmu kembali sebagai peserta PPU.
Kuncinya, jangan biarkan ada jeda yang membuat statusmu menjadi tidak aktif.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gelar Diskusi Panel: Perkuat Transparansi Pengelolaan Dana Jaminan Sosial
Sebelum mengaktifkan BPJS Kesehatan, kalian harus tahu berapa iuran serta mekanisme pembayaran BPJS Kesehatan.
Biaya iuran BPJS Kesehatan untuk tahun 2025 adalah sebagai berikut: Kelas I sebesar Rp150.000 per orang per bulan, Kelas II sebesar Rp100.000 per orang per bulan, dan Kelas III sebesar Rp42.000 per orang per bulan (termasuk subsidi pemerintah Rp7.000).
Untuk Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), iurannya 5 persen dari gaji bulanan (4 persen ditanggung pemberi kerja, 1 persen ditanggung pekerja), sedangkan Peserta Bantuan Iuran (PBI) iurannya ditanggung penuh oleh pemerintah. Berikut rincian biayanya:
Kelas I: Rp150.000 per orang per bulan.
Kelas II: Rp100.000 per orang per bulan.
Kelas III: Rp42.000 per orang per bulan (Rp35.000 dibayar peserta dan Rp7.000 disubsidi pemerintah)
Penjelasan mengenai cara mengaktifkan BPJS setelah resign:
Sebelum melangkah ke aplikasi, kalian harus menyiapkan sejumlah dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS lama, surat resign dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja, buku tabungan (untuk auto debet) dan pas foto (apabila diminta).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
Terkini
-
Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?
-
Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol
-
Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha
-
Capai 26,25 Juta Ton, Produksi Perikanan dan Kelautan Cetak Rekor di 2025
-
Bursa Saham RI Suram, IHSG Parkir di Level 6.900
-
Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik
-
Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Surplus Sambut El Nino Godzilla
-
Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG
-
Beban Utang Whoosh Ditanggung APBN, Purbaya Siap Ambil Alih Operator Kereta Cepat?
-
Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di Akhir 2026